Jombang (beritajatim.com) – Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Jombang 2024 sudah pada tahap kampanye. Bahkan tahapan tersebut sudah berlangsung sekitar dua minggu. Yakni, mulai pada 25 Sepetember 2024.
Dua paslon (pasangan calon) yang akan berlaga, nomor 1 Mundjidah Wahab-Sumrambah dan nomor 2 H Warsubi-Gus Salman (WarSa) sudah berkeliling ke titik-titik strategis guna meraih dukungan. APK (Alat Peraga Kampanye) milik dua paslon ini juga sudah bertebaran.
Hanya saja, APK tersebut milik paslon secara mandiri. Karena APK yang akan difasilitasi oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jombang hingga saat ini belum terpasang.
Komisioner KPU Jombang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Ayatulloh Khumaini membenarkan mengenai keterlambatan pemasangan APK yang merupakan fasilitasi KPU. Alasannya, saat ini masih tahap menentukan proses yang akan mencetak.
“Memang APK jatah dari KPU belum ada yang terpasang. Pemasangan APK fasilitas dari KPU Jombang akan dilakukan oleh pihak ke-3 yakni vendor. Mulai dari pemasangan, pemiliharaan, hingga pembersihan di hari tenang Pilkada Jombang nanti,” kata Ayatulloh, Selasa (8/10/2024).
Menurutnya, ini merupakan jenis kegiatan baru. “Kalau dulu hanya mencetak mungkin relatif cepat. Karena saat ini untuk memasang, memelihara dan membersihkan tentu butuh perhitungan yang lebih jauh,” ujarnya.
Lebih jauh, Ayatulloh menerangkan, nantinya masing-masing paslon akan mendapatkan 2 buah spanduk di setiap desa, 20 umbul-umbul di setiap kecamatan, dan 2 baliho untuk masing-masing paslon.
Ditanya soal kendala dan anggaran yang digunakan untuk APK Paslon fasilitas KPU Jombang, Ayatulloh menyilakan wartawan untuk konfirmasi ke sekretariat. “Kalau soal anggaran untuk APK silahkan tanyakan ke secretariat KPU. Kita hanya teknis butuhnya sekian dan lain-lain,” ucapnya memungkasi. [suf]






