Jember (beritajatim.com) – Satu lagi anggota tim pemenangan pasangan calon nomor urut 2, Muhammad Fawait-Djoko Susanto, mengundurkan diri di tengah upaya pemenangan dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Setelah politisi Partai Gerindra Moh. Sholeh mengundurkan diri karena kecewa terhadao transparansi anggaran, kini giliran politisi Partai Nasional Demokrat Mashudi alias Agus MM yang mendadak mengundurkan diri. Dalam pesan WhatsApp yang dilayangkan kepada Beritajatim.com, dia menyebut ‘kurang terjalinnya komunikasi secara baik sebagai representasi dari semangat kolektif kolegial antara struktur tim pemenangan’ sebagai alasan.
“Pertama, tidak adanya rumusan konsep strategi yang jelas sebagai standar baku pedoman penggalangan dan pengamanan suara untuk cabup-cawabup Jember nomor urut 2,” kata Agus MM.
Alasan kedua, adalah tidak adanya transparansi sarana dan prasarana pendukung gerakan penggalangan dan pengamanan suara, baik berupa pendanaan konsumsi dan atau akomodasi pengumpulan tim, tokoh masyarakat, tokoh komunitas, dan lain-lain.
Dari sini, Agus akhir mempersepsikan keberadaannya tidak terlalu berguna bagi kinerja tim struktural yang mendapat surat keputusan KPU Jember dan pergerakan tim LSN (Laskar Sholawat Nusantara).
“Selanjutnya saya putuskan sejak 7 Oktober 2024, saya mundur dari tim pemenangan Fawait-Djoko dan kembali total melakukan kerja politik untuk kepentingan partai.,” kata pria yang juga anggota Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem Kabupaten Jember ini.
Dalam wawancaranya dengan Beritajatim.com, Senin (7/10/2024), Agus MM mengatakan, masalah transparansi anggaran operasional yang dipersoalkannya terkait kebutuhan tim. “Bukan kebutuhan saya pribadi. Kalau saya sudah selesai, bukan sombong,” katanya.
Agus MM mengingatkan, kinerja politik membutuhkan ongkos. “Kecuali kita kerja di masjid. Ketika tim dibentuk, maka ada konsekuensi logis ketika tim berjalan. Ini kerja politik. Tinggalkan jejak, jangan tinggalkan bekas,” katanya.
“Saya simpel saja sebenarnya: kalau ada anggaran, berapa nominalnya. Kalau tidak ada anggaran, ya tolong beritahu. Itu saja. Kalau ada anggarannya, kita bergerak terarah dan terukur sesuai anggaran. Kalau tidak ada, ya kita harus bersikap bagaimana? Kalau kemudian kita mundur, adalah sesuatu hal yang manusiawi, ketika kita berjalan tidak ada sesuatunya,” kata Agus MM.
Agus MM mengaku semakin tidak betah, karena respons dari sebagian anggota tim pemenangan Fawait-Djoko yang meremehkan mundurnya Moh. Sholeh. “Kita di Bidang Hukum ini bicara tim. Bukan bicara Cak Moh. Sholeh, bukan bicara Agus MM. Ketika Bidang Hukum dikatakan mental ‘cawat’, ya maaf saja. Gak patheken kalau gak bupati-bupatian,” katanya.
Agus MM kemudian meminta Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Jember untuk menariknya dari tim pemenangan tersebut. “Saya bekerja untuk kepentingan partai, bukan Tim Pemenangan 02,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Fawait-Djoko, Dima Ahyar, mengaku belum tahu soal mundurnya Agus MM. “Anda kok cepat sekali dapat informasi. Saya belum tahu kalau dia mundur. Ini saya anggap informasi awal. Saya akan coba tanyakan dulu,” katanya, tertawa.
“Mas Agus kan juga dari partai. Saya akan konfirmasi ke partai (Nasdem) apa betul Mas Agus mundur. Kalau mundur apa alasannya atau apa informasinya,” kata Dima.
Menurut Dima, Agus tidak menyampaikan pengunduran diri ke tim. “Jadi saya harus klarifikasi ke partainya,” katanya.
Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghofur belum bisa berkomentar jauh, karena masih akan membahas persoalan itu. “Kami tidak ada persoalan kalau (Agus MM) tidak siap di sana, wong stok kami masih banyak. Mungkin (dia) ada kesibukan lain,” katanya.
Pasangan Fawait-Djoko diusung tujuh partai parlemen dan tujuh partai nonparlemen dalam pilkada kali ini. Mereka berhadapan dengan pasangan petahana Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang diusung PDI Perjuangan dan didukung Partai Ummat dan Perindo. [wir]






