Sampang (beritajatim.com) – Cuaca mendung dan hujan beberapa kali yang menguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, berdampak pada naiknya harga garan rakyat. Sebab, jika musim penghujan tiba maka produksi garam mulai berhanti.
Ketua Pengurus Paguyuban Pelopor Petambak dan Pedagang Garam Madura (P4GM), Aufa Marom mengatakan bahwa cuaca beberapa pekan terkakhir sejumlah wilayah sentra produksi garam mulai diguyur hujan.
“Hasil produksi garam tahun ini tidak sebanyak tahun kemarin. Jadi nantinya akan berdampak terhadap kenaikan harga garam di musim hujan tahun ini,” terangnya, Minggu (6/10/2024).
Ia menjelaskan, kenaikan harga garam tahun ini diprediksi akan terjadi pada puncak musim penghujan, sebab produksi garam telah berhenti.
“Harga garam saat ini untuk kw1 Rp 1.000.000 juta per ton dan Kw2 Rp 800 ribu per ton,” jelasnya.
Terpisah, menurut Sukron Hafidi pemilik lahan garam di Desa Disanah, Kecamatan Sereseh, Kabupaten Sampang, mengaku produski garam mulai menurun mengingat cuaca mendung menghambat proses pengkristalan garam.
“Beberapa hari terakhir ini produski garam mulai berkurang karena cuaca mendung, harapan para petani harga garam ke depan bisa naik dan stabil,” pungkasnya.[sar/aje]






