Pacitan (beritajatim.com) – Hari Hewan Sedunia, yang diperingati setiap 4 Oktober, bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya mencintai dan melindungi semua spesies hewan. Namun, di wilayah Pacitan, peringatan ini menjadi pengingat akan situasi yang memprihatinkan bagi populasi penyu.
Slamet Riyadi, pengelola Konservasi Penyu Pantai Pancer Door, mengungkapkan bahwa populasi penyu di kawasan tersebut mengalami penurunan drastis.
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini adalah pemanasan global. Suhu bumi yang semakin meningkat berdampak langsung pada reproduksi penyu, terutama jenis kelamin penyu yang menetas.
“Penyu menggunakan suhu untuk menentukan jenis kelaminnya. Semakin panas suhu, semakin banyak telur yang menetas menjadi betina. Ini mengurangi jumlah penyu jantan yang sangat diperlukan untuk reproduksi,” jelas Slamet.
Dalam satu kali proses reproduksi, penyu betina membutuhkan lebih dari enam ekor penyu jantan. Sayangnya, jumlah penyu yang datang untuk bertelur di teluk Pacitan semakin berkurang.
Dari bulan April hingga September, Slamet dan timnya hanya mampu mengamankan dua sarang telur per malam, masing-masing sarang berisi antara 70 hingga 130 telur. “Kami hanya bisa memperlambat laju kepunahan,” ungkap Slamet yang juga dikenal dengan sapaan akrabnya, Cuboh.
Selain perubahan iklim, perburuan penyu juga menjadi masalah serius. Meskipun semua spesies penyu dan bagian tubuhnya dilindungi oleh hukum internasional, praktik perburuan masih marak terjadi.
Penyu sering diburu untuk daging, telur, dan karapasnya, yang menjadi sumber pendapatan bagi sebagian orang. “Di Pancer Door, ada satu kasus perburuan tahun ini,” tambah Slamet.
Upaya konservasi yang dilakukan Slamet dan timnya terus berlangsung, meskipun menghadapi tantangan besar. Melalui Hari Hewan Sedunia ini, Slamet berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya melindungi penyu dan mengambil tindakan nyata untuk mencegah kepunahan.
Peringatan Hari Hewan Sedunia seharusnya tidak hanya menjadi momen untuk meningkatkan kecintaan terhadap hewan, tetapi juga tanggung jawab kita untuk melindungi spesies yang terancam punah. Mari bersama-sama menjaga kelestarian penyu dan semua makhluk hidup di bumi ini. [sul/ian]






