Mojokerto (beritajatim.com) – Kemarau panjang menyebabkan kekeringan melanda empat desa di tiga kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Yakni Desa Manduro Manggung Gajah dan Kujorowesi di Kecamatan Ngoro, Desa Duyung di Kecamatan Trawas, serta Desa Simongagrok di Kecamatan Dawarblandong.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, BPBD Kabupaten Mojokerto mulai menyalurkan bantuan air bersih sejak tanggal 1-8 November 2024 mendatang.
“Total 340 tangki air akan didistribusikan selama 34 hari ke desa-desa terdampak,” ungkapnya, Kamis (3/10/2024)
Setiap hari, petugas akan mendistribusikan air bersih ke Desa Kunjorowesi sebanyak empat tangki, Desa Manduro Manggung Gajah dan Desa Duyung masing-masing dua tangki, serta Dusun Tempuran, Desa Simongagrok juga dua tangki. Total anggaran yang digunakan untuk air bersih senilai Rp153 juta.
“Sebelumnya, alokasi dana Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp225 juta sempat direncanakan untuk bantuan, namun akhirnya bantuan menggunakan P-APBD 2024. Kekeringan ini masih berstatus siaga, di Desa Kunjorowesi ada 4.937 jiwa terdampak dari dua dusun. Yakni Dusun Kunjoro 1.625 jiwa dan Kandangan 3.312 jiwa,” katanya.
Di Desa Manduro Manggung Gajah sebanyak 1.861 jiwa dari Dusun Buluresik 996 jiwa dan Dusun Gajah Mungkur 865 jiwa. Desa Duyung, kekeringan terjadi di dua dusun yakni Dusun Bantal 789 jiwa dan Dusun Duyung 702 jiwaterdampak krisis air. Sementara di Dusun Tempuran, Desa Simongagrok ada 110 Kepala Keluarga (KK).
Sebelumnya, BPBD Provinsi Jawa Timur telah mendistribusikan 340 tangki air bersih dari 6 Agustus hingga 14 September 2024. BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah mengalokasikan Rp135 juta dari APBD 2024 untuk mendistribusikan air bersih dari 1 Juli hingga 3 Agustus 2024. [tin/beq]






