Malang (beritajatim.com) – Petahana Bupati Malang, HM Sanusi bakal menambah insentif guru ngaji di Kabupaten Malang. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan ratusan Kyai Kampung Ahlusunnah Waljama’ah di Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (3/10/2024) siang.
“Saat ini insentif guru ngaji yang sudah kita berikan Rp 1,2 juta pertahun. Jumlahnya sekitar 3000 orang.
Menurut Sanusi, calon petahana nomor urut 1 di Pilkada Kabupaten Malang itu, pihaknya bakal menaikkan atau menambah besaran insentif bagi guru ngaji dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur.
“Satu juta dua ratus itu dari Kabupaten Malang ya. Kita akan tambah dengan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim nanti. Program ini pasti kita lanjutkan, karena jumlah guru ngaji ini sekitar 3000 orang. Kalau guru madrasah ibtidaiyah (MI) swasta itu sebanyak 4.400 orang. Sama nanti coba kita hitung sesuai kemampuan APBD, jika naik kita tambah,” tutur Sanusi.
Khusus untuk jumlah guru swasta tingkatan TK, SD dan SMP di Kabupaten Malang sebanyak 13.700 orang. Sanusi bilang, kendala untuk penyaluran insentif ada pada administrasi. “Kendalanya ya administrasinya itu, karena ini kan memakai uang negara, SPJ nya harus kongkrit. Sehingga tidak ada lagi nanti orang yang dapat insentif itu justru datanya fiktif,” tegasnya.
Sanusi menambahkan, apabila dirinya terpilih kembali sebagai Bupati Malang periode 2024-2029, untuk penambahan rupiah khusus insentif guru ngaji dan madrasah swasta, akan melihat kemampuan PAD Pemkab Malang.
“Kalau pendapatan asli daerah atau PAD kita naik, pasti kita naikkan insentifnya. Termasuk pondok pesantren kita bantu Rp 25 juta pertahun, terutama yang punya ijin operasional itu yang kita utamakan. Sudah 250 ponpes dari 500an ponpes yang punya ijin operasional sudah kita bantu. Sementara itu dulu, tapi kalau PAD naik, pasti kita naikkan juga. Jadi gak muluk muluk kita,” pungkasnya. (yog/kun)






