Surabaya (beritajatim.com)– Doa adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setiap umat Muslim tentu berharap agar doa-doanya cepat terkabul. Namun, seringkali ada doa yang tidak langsung dijawab oleh Allah SWT. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang menghalangi terkabulnya doa. Syekh Khalid ibn Sulaiman dalam bukunya Min ‘Ajaibid Du‘a menguraikan empat faktor utama yang menyebabkan doa sulit terkabul.
1. Makanan, Minuman, atau Pakaian yang Haram
Faktor pertama yang bisa menyebabkan doa tidak terkabul adalah terkait dengan makanan, minuman, atau pakaian yang haram. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik. Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sebagaimana Dia memerintahkan kepada para rasul, ‘Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh’ (QS. Al-Mukminun [23]: 51).
” Kemudian, beliau menceritakan seorang laki-laki yang berdoa kepada Allah, namun karena makanan, minuman, dan pakaiannya berasal dari hal-hal yang haram, maka doanya tidak dikabulkan. (HR. Muslim)
2. Tergesa-gesa dalam Berdoa
Faktor kedua adalah tergesa-gesa dalam berdoa dan kemudian berhenti berdoa. Rasulullah SAW bersabda, “Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, hingga ia berkata: ‘Aku sudah berdoa, namun doaku tidak dikabulkan.’” (HR. Muslim). Sifat tergesa-gesa ini menunjukkan kurangnya kesabaran dan keyakinan pada Allah, yang bisa menjadi penghalang terkabulnya doa.
3. Mengabaikan Kewajiban dan Melakukan Maksiat
Faktor ketiga adalah banyaknya kewajiban yang diabaikan serta maraknya kemaksiatan. Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian harus memerintahkan yang baik dan mencegah yang munkar, atau Allah akan menurunkan siksaan kepada kalian, sehingga kalian berdoa namun doa kalian tidak dikabulkan.” (HR. At-Tirmidzi). Dengan mengabaikan amar ma’ruf nahi munkar dan terus melakukan kemaksiatan, doa akan terhalang untuk terkabul.
4. Doa Mengandung Dosa
Faktor terakhir adalah isi doa itu sendiri. Jika doa yang dipanjatkan mengandung unsur dosa atau berpotensi memutuskan silaturahmi, maka doa tersebut tidak akan dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi, kecuali Allah akan mengabulkannya dalam salah satu dari tiga bentuk: doa tersebut dikabulkan di dunia, disimpan untuk akhirat, atau digunakan untuk menghindarkan dirinya dari musibah.” (HR. Ath-Thabrani).
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penghalang terkabulnya doa, seperti mengonsumsi yang haram, tergesa-gesa dalam berdoa, mengabaikan kewajiban agama, atau berdoa dengan isi yang tidak benar. Jika semua faktor tersebut dihindari, namun doa tetap belum terkabul, itu berarti Allah memiliki rencana lain yang lebih baik untuk hamba-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. [aje]






