Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas lulusannya melalui Program Studi Teknik Sipil. Baru-baru ini, UMM mengadakan kuliah tamu bertajuk “Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa di Sektor Properti dengan Dukungan Industri Semen Nasional Guna Mengejar Backlog Perumahan di Indonesia.”
Acara yang berlangsung pada 25 September 2024 ini tidak hanya menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan industri properti, tetapi juga menjadi ajang penandatanganan kerja sama strategis antara UMM dan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).
Kerja sama ini bertujuan untuk mempersiapkan lulusan Teknik Sipil UMM yang tidak hanya handal dalam hal teknis, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan, khususnya di sektor properti yang tengah berkembang pesat. Melalui kolaborasi ini, lulusan diharapkan mampu berkontribusi langsung dalam mengejar backlog perumahan di Indonesia, terutama untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ketua Umum DPP APERSI, Junaidi Abdillah, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjembatani dunia akademis dan industri. Dengan latar belakang APERSI sebagai organisasi yang fokus pada pengembangan rumah sederhana dan rumah sederhana tapak.
Junaidi berharap agar para mahasiswa dapat turut andil dalam upaya pemenuhan kebutuhan perumahan nasional dengan membawa semangat kewirausahaan dan inovasi.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan UMM dapat langsung terjun ke dunia industri dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu mendukung percepatan penyediaan perumahan layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Junaidi.
Selain memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih memahami industri properti, APERSI berkomitmen mendukung pendidikan di UMM melalui program pelatihan, magang, dan penempatan kerja. Dengan begitu, mahasiswa Teknik Sipil UMM diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terjun langsung dalam praktik di lapangan.
Dr. Ir. Sulianto, MT., Kepala Program Studi Teknik Sipil UMM, juga menyampaikan pandangannya terkait pentingnya memupuk semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Menurutnya, sektor properti, khususnya perumahan, saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia dan mahasiswa perlu siap memanfaatkan peluang yang ada.
“Dengan keterampilan yang mereka miliki, mahasiswa Teknik Sipil UMM harus mampu berperan dalam pemetaan, pengendalian, dan pengelolaan sumber daya di sektor properti,” ungkap Sulianto.
Sebagai institusi yang telah meraih akreditasi unggul, UMM terus berusaha untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di industri. Sulianto berharap kuliah tamu ini dapat menggugah kesadaran mahasiswa akan pentingnya mengembangkan kemampuan kewirausahaan, terutama di bidang properti yang sangat potensial.
Dekan Fakultas Teknik UMM, Prof. Ilyas Massaudin, ST., M.Log., Ph.D., IPM, menambahkan bahwa UMM memegang peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang handal di sektor properti.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan jumlah rumah layak huni, atau yang dikenal dengan istilah backlog perumahan. Kerja sama dengan APERSI serta industri semen nasional diharapkan dapat menjadi solusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.
Lebih lanjut, Prof. Ilyas juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri. “Dengan adanya sinergi ini, mahasiswa Teknik Sipil UMM diharapkan memiliki keterampilan yang lebih baik dan peluang kerja yang lebih luas di masa depan,” katanya.
Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., yang juga hadir dalam kuliah tamu tersebut, menyampaikan bahwa UMM telah mengembangkan berbagai program unggulan, salah satunya adalah Center of Excellence (CoE). Program CoE ini memberikan pembekalan kepada mahasiswa selama dua bulan, tidak hanya dalam aspek teori, tetapi juga praktik lapangan.
Hal ini diharapkan dapat menambah keterampilan mahasiswa dan membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan industri melalui kerja sama dengan APERSI ini.
UMM berharap bisa mencetak lulusan yang berjiwa entrepreneur dan siap menghadapi tantangan industri properti nasional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri semen dan pengembang perumahan, menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan para mahasiswa setelah lulus dari bangku kuliah. (dan/ian)






