Tuban (beritajatim.com) – Taman Hutan Kota Abipraya di Tuban kini memiliki ikon baru berupa pesawat terbang yang menjadi daya tarik swafoto masyarakat.
Pesawat ini merupakan hibah dari TNI Angkatan Laut (AL), yaitu jenis Nomad N22/24 yang telah mendarat di taman tersebut pada Kamis, 26 September 2024.
Mayor Laut Teknik Trisnanto Setiyadi, yang mengawal kedatangan dan perakitan pesawat ini, menjelaskan bahwa sebelum dinonaktifkan dan dihibahkan ke Pemkab Tuban, pesawat Nomad N22/24 memiliki sejarah panjang.
“Pesawat ini merupakan buatan Australia sekitar tahun 1970,” ungkap Trisnanto.
Pesawat Nomad N22/24 dulunya digunakan TNI AL sebagai pesawat pengintai maritim yang berperan penting dalam pengawasan wilayah laut Indonesia.
“Pesawat ini merupakan kebanggaan TNI AL sebagai pesawat patroli maritim pada masanya,” tambahnya.
Pesawat ini juga pernah menjadi andalan utama Skuadron Udara 800 TNI AL untuk tugas pengintaian dan patroli maritim. Bahkan, pesawat tersebut pernah dilibatkan dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada April 1977.
“Saat itu, pesawat Nomad N22/24 bertugas dalam dua misi, yaitu pengintaian udara dan pengendalian bantuan tembakan udara (BTU), untuk mendeteksi kapal musuh di perairan Indonesia,” jelas Trisnanto Setiyadi.

Selain menjadi ikon baru di Tuban, keberadaan pesawat ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga wilayah maritim Indonesia.
“Pesawat ini diharapkan bisa membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme, khususnya bagi generasi muda, serta menumbuhkan cinta terhadap kekayaan laut Indonesia,” tutupnya.
Pesawat Nomad N22/24 ini menjadi simbol sejarah dan inspirasi bagi masyarakat Tuban, sekaligus sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedaulatan laut Indonesia. [ayu/ted]






