Bangkalan (beritajatim.com) – Menjelang Pilkada serentak 2024, salah satu calon Bupati, Mathur Husyairi, memberikan peringatan keras terkait penggunaan politik uang.
Ia menegaskan bahwa Pilkada yang akan berlangsung pada November 2024 harus berjalan dengan jujur, adil, dan tanpa kecurangan.
“Isu politik uang menjadi tantangan besar bagi KPU dan Bawaslu. Mereka harus benar-benar mengawasi dan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran,” ujar Mathur pada Kamis (26/9/2024).
Selain itu, Mathur yang juga dikenal sebagai aktivis anti-korupsi, berharap masyarakat Bangkalan tidak mudah tergiur oleh iming-iming uang dari pihak-pihak yang mencoba membeli suara mereka.
Menurutnya, suara rakyat sangat berpengaruh terhadap masa depan Bangkalan selama lima tahun ke depan.
“Saya yakin masyarakat Bangkalan tidak akan mudah tergoda dengan uang sebesar Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu,” tambahnya.
Sebagai informasi, Pilkada serentak 2024 di Bangkalan akan diikuti oleh dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.
Pasangan pertama adalah Lukman Hakim dan Fauzan Jafar yang didukung oleh 12 partai politik, di antaranya PKB, PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PAN, Nasdem, Demokrat, Hanura, PKS, Perindo, Partai Buruh, dan PSI.
Sedangkan pasangan kedua adalah Mathur Husyairi dan Jayus yang diusung oleh PPP, PBB, Partai Gelora, dan PKN. [sar/ted]






