Surabaya (beritajatim.com) – Risma atau Tri Rismaharini, calon Gubernur Jawa Timur mengatakan, pembangunan di setiap kabupaten/kota di Jatim harus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan.
Menurut Risma, rentetan program pembangunan yang diusungnya itu tidak harus serta merta ‘apple to apple’, dengan daerah yang dianggap baik. Kata dia, setiap daerah ini memiliki kebutuhan berbeda-beda.
“Ya tidak mesti apple to apple sama begitu. Karena setiap daerah ini memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda,” ungkap Risma di Bober Cafe Surabaya, Rabu (25/9/2024).
Risma menjelaskan pembangunan di Jawa Timur ini harus gencar dilakukan di daerah yang aksesibilitasnya rendah. Seperti di Pulau Madura, yakni; Kabupaten Pamekasan dan juga Sumenep.
“Contoh daerah kapur seperti Madura. Karena itu aksesibilitas di daerahnya sulit, maka itu lah yang harus diselesaikan pecahkan terlebih dulu,” ujar Risma.
Mantan Menteri Sosial ini menyebut, ada beberapa daerah seperti di Pamekasan dan Sumenep kini masih kekurangan infrastruktur penunjang air bersih. Meliputi wilayah pemukiman, pondok pesantren, dan lain-lain.
“Infrastruktur air masih banyak (kurangnya). Saat saya jadi Mensos, saya membangun air bersih di Pamekasan, Pasuruan, kemudian juga beberapa pesantren dan Sumenep. Di sana masih banyak yang membutuhkan air bersih,” terang dia.
Cagub Jatim nomor urut 03 itu juga menegaskan bahwa konsep pembangunan yang diusung, akan berfokus kepada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kata Risma, manusia bukanlah objek, melainkan subjek yang harus diperhatikan.
“Manusia itulah fokusnya, dia (manusia) ini bukan objek. Dia adalah subjek yang harus diperhatikan, termasuk kebutuhan pangan. Pendidikannya, dan juga kesehatannya,” tutup mantan Wali Kota Surabaya ini. [ram/suf]






