Jember (beritajatim.com) – Pasangan calon bupati Muhammad Fawait dan calon wakil bupati Djoko Susanto tidak menghadiri acara deklarasi pemilihan kepala daerah damai, di Kota Cinema Mall, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (24//2024) malam.
Deklarasi damai hanya diikuti pasangan calon bupati petahana Hendy Siswanto dan calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman yang masing-masing mengenakan pakaian putih dan sarung merah. Selain dihadiri komisioner Komisi Pemilihan Umum Jember, acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat dari kepolisian, TNI, dan komisioner Badan Pengawas Pemilu Jember.
Kendati tidak dihadiri pasangan calon nomor urut 2, deklarasi tetap berjalan lancar. Deklarasi hanya ditandatangani Hendy, Firjaun, dan perwakilan dari PDI Perjuangan sebagai partai pengusung.
Ketua KPU Jember Dessi Anggraeni menyebut deklarasi damai adalah perwujudan dari iktikad baik pihaknya untuk menyelenggarakan pemilu damai. “Pelaksanaan malam hari ini sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang diharuskan, yaitu, salah satunya, kami mengundang beberapa unsur masyarakat untuk nantinya bisa menorehkan tanda tangan komitmen menjalankan kampanye,” katanya.
KPU Jember sudah mengundang dua pasangan calon dan semuanya menyatakan siap hadir. “Tadi siang sudah kami rapatkan seluruh panitia, baik itu dari pasangan calon yang diwakili LO (petugas penghubung, red) masing-masing. Seluruh pimpinan partai politik pengusul juga sudah kami undang,” kata Dessi.
Ada sejumlah ketentuan deklarasi damai, antara lain masing-masing pasangan calon diperkenankan membawa 50 orang peserta. Mereka harus membawa kartu identitas yang disediakan KPU Jember agar bisa masuk ke area deklarasi.
KPU Jember tidak segera memulai acara untuk menunggu sejumlah undangan yang belum hadir, termasuk pasangan calon nomor urut 2. “Terkait tidak hadirnya salah satu pasangan calon, itu keputusan yang kami hormati, karena memang tidak ada kewajiban atau paksaan,” kata Dessi.
Alasan Ketidakhadiran Fawait-Djoko
Dalam konferensi pers di Rumah Cinta, Ketua Tim Pemenangan Fawait-Djoko Gogot Cahyo Baskoro mengapresiasi undangan KPU Jember. Namun dia menyatakan kecewa, karena merasa ada pelanggaran komitmen.
“Ada komitmen bersama bahwa hari ini tidak ada pengerahan massa. dalam bentuk apapun, karena memang acara malam ini adalah acara deklarasi kampanye damai,” kata Gogot.
Pukul 18.30, rombongan Fawait-Djoko sudah siap meluncur ke KCM. “Namun informasi dari kawan-kawan yang sudah ada di lokasi, ada pergerakan massa dari relawan atau pendukung sebelah. Awal-awal sudah kami ingatkan waktu massa jumlahnya masih sedikit,” kata Gogot.
Gogot menuding ada kesengajaan pengerahan massa. “Itu bentuk pengingkaran komitmen pelaksanaan deklarasi kampanye damai. Tapi ternyata kami tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, sehingga kami menunggu. Ternyata massanya bukan berkurang, tapi ternyata justru bertambah, dan kami menengarai ini bukan masyarakat umum,” katanya.
Gogot kemudian menugasi LO untuk menghadiri acara deklarasi tersebut. “Tapi ternyata ketika LO itu datang ke sana, menagih komitmen kesepakatan yang sudah dibangun, ternyata tidak ada sikap tegas KPU untuk membersihkan area lokasi acara agar sama-sama tidak ada pendukung,” katanya.
“Karena tidak ada ketegasan, maka kami memutuskan, lebih baik pasangan Gus Fawait-Djos tidak menghadiri acara tersebut. Bukan karena takut, bukan karena khawatir soal apa, tapi justru untuk menunjukkan bahwa kita ini benar-benar mencintai kedamaian. Jadi kami khawatir kalau nantinya kami datang, dengan kondisi yang semacam itu, kontraproduktif dengan kegiatan tersebut. Deklarasi kampanye damai, tapi yang terjadi malah tidak damai,” kata Gogot.
Gogot menilai deklarasi kampanye damai bersifat simbolik dan tak terkait tahapan. “Ada atau tidak ada deklarasi, kami mewakili pasangan Gus Fawait-Djos, berkomitmen untuk tetap melaksanakan kampanye benar-benar damai. Tidak hanya damai tapi juga penuh cinta,” katanya.
Hendy-Firjaun Apresiasi KPU dan Aparat Keamanan
Menanggapi keberatan kubu Fawait-Djoko, Dessi menegaskan, bahwa area deklarasi sudah ditentukan dan tidak bisa sembarangan orang masuk.
“Sudah disediakan tempat duduknya di depan stage yang sudah kami filter juga dan berikan batasan-batasan yang boleh masuk adalah yang menggunakan ID card. Di luar itu adalah area publik yang tidak bisa kami memaksa orang lain yang bukan terundang untuk tidak berada di sana. Konsentrasi kami hanya pada area yang sudah kami tentukan,” kata Dessi.
Senentara Hendy mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu Jember. “Juga terima kasih kepada teman-teman aparat keamanan, Pak Kapolres dan jajarannya, Pak Dandim dan jajarannya, Pak Kajari, Pak Ketua PN (Pengadilan Negeri). Terima kasih atas dukungannya pada malam hari ini. Kita berkampanye damai untuk Pilkada 2024,” katanya.
“Saya dan Gus Firjaun selama 3,5 tahun ini memimpin Jember tentunya ingin berdamai terus supaya perekonomian terus berjalan. Apapun ini pesta demokrasi. Demokrasi adalah kebahagiaan. Kalau ada pesta demokrasi, tentunya ekonomi harus semakin meningkat,” kata Hendy.
“Tidak boleh ada demokrasi tapi malah tidak damai. Malam hari ini adalah wujud nyata. Terima kasih kepada KPU, penyelenggara semua luar biasa, teman-teman keamanan, Pak Kapolres dan jajarannya, Pak Dandim dan jajarannya luar biasa. Terima kasih,” kata Hendy.
Hendy mengapresiasi kebijakan KPU memilih KCM sebagai lokasi deklarasi. “Di sini ruang publik, ada kuliner, ada UMKM. Kalau tidak ada yang datang, bagaimana? Yang beli makanan kan kasihan. Demokrasi damai dan semua bahagia. Jangan sampai ada acara damai seperti malam hari ini, ada teman-teman yang tidak bahagia karena terganggu,” katanya.
Hendy mengajak semua pihak untuk berpikiran positif. “Tadi Ketua KPU menyampaikan, bahwa kita harus beriktikad baik. Insyaallah orang Jember semua punya iktikad baik luar biasa,” katanya. [wir]







1 Komentar
Lanjut dua periode