Gresik (beritajatim.com) – Sebelum mengakhiri jabatannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan smelter single line terbesar PT Freeport Indonesia (PTFI) di KEK Gresik, Senin (23/9/2024).
Lebih lanjut Jokowi mengatakan, keberadaan smelter ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alamnya, khususnya tembaga.
“Smelter yang dibangun di kawasan KEK Gresik memiliki kapasitas produksi pengolahan konsentrat tembaga 1,7 juta ton pertahun,” katanya.
Ia menambahkan, smelter PTFI di Gresik ini diharapkan juga dapat mendorong hilirisasi mineral. Serta menciptakan lapangan kerja, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
“Setelah diresmikan ini menandakan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan industri pengolahan mineral di dalam negeri,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden ke 7 Indonesia itu menceritakan pekerjaan terberat selama memimpin adalah membangun industri smelter. Dirinya masih ingat selama 10 tahun bagaimana beratnya mengajak industri membangun smelter.
“Pekerjaan ini sangat berat karena membutuhkan investasi yang cukup besar sekitar Rp 56 triliun dan dikerjakan selama 3,4 tahun yang dimulai tahun 2021,” urainya.
Sementara Presdir PTFI Toni Wenas menuturkan, smelter yang dibangun ini
sesuai dengan komitmennya membangun pengolahan pemurnian tembaga terbesar di Indonesia.
“ini smelter kedua single line terbesar di dunia, dan bagian dari hilirisasi serta transisi energi terbarukan. Smelter PTFI di Gresik diperkirakan menyerap 2.000 tenaga kerja, dan di masa kontruksi mempekerjakan 40 ribu pekerja,” tuturnya.
Masih menurut Toni Wenas, dari investasi Rp 56 triliun tersebut berdiri smelter single line yang mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga yang di bawa dari Papua menuju ke Gresik.
“Nantinya smelter yang kami bangun ini menghasilkan 600 ribu ton katoda tembaga, serta 50 ton emas, dan 210 ton perak,” paparnya.
Meneg BUMN Erik Thohir menyatakan pemerintah memiliki visi dan misi mendorong hilirisasi di industri smelter.
“Saya sudah dua kali kesini, semua ini tidak lepas komitmen kami menjalankan kepastian ekonomi Indonesia, dan hilirisasi menghasilkan semi konduktor industri masa depan,” pungkasnya. [dny/ian]






