Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar membantah Pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) dihuni selain Bupati Blitar. Hal itu diungkapkan langsung oleh Plt. Asisten Pemerintah Kabupaten Blitar, Rully Prasetyowanto.
Menurut Rully selama ini Pendopo RHN hanya dihuni oleh Bupati Blitar saja. Tidak ada orang lain yang menempati Pendopo RHN. Hal ini tentu membantah isu yang diungkapkan oleh puluhan warga yang berunjuk rasa di depan pendopo RHN pada Senin (23/9/2024).
“Pendopo ini sebagai rumah dinas bupati ya memang beliaunyalah bupati yang memanfaatkan rumah dinas ini ya,untuk aktivitas melayanani masyarakat,” kata Rully.
Pemerintah Kabupaten Blitar dengan tegas menyebut bahwa selama ini Pendopo RHN tidak pernah dihuni oleh orang asing. Selama ini hanya Bupati Blitarlah yang menempati Pendopo RHN.
“Tadi Kabag Umum juga memastikan bahwa pendopo RHN dipergunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Sebelumnya, Puluhan warga melakukan aksi kepung pendopo Ronggo Hadi Negoro (RHN) Kabupaten Blitar, Senin (23/9/2024). Dengan membawa puluhan banner dan spanduk, massa meminta agar orang asing yang diduga menempati pendopo RHN selama ini untuk pergi dari sana.
Bahkan, massa sempat ingin melakukan sweeping ke dalam Pendopo RHN Kabupaten Blitar. Langkah itu ingin ditempuh demi memastikan bahwa Pendopo RHN tidak dihuni oleh pejabat di luar Pemerintah Kabupaten Blitar.
“Ini sebenarnya gerakan moral atas selama ini yang terjadi di dalam pendopo yang diduga dilakukan oleh orang-orang di luar daerah birokrasi yang mendominasi jalannya pemerintahan sehingga kami merasa prihatin ketika masyarakat Kabupaten Blitar ini punya pendopo dan harga diri tetapi ketika ada orang di luar daerah ada di dalam pendopo dan menguasai jalannya pemerintahan sehingga seakan-akan pejabatnya dan masyarakatnya seperti gedibal,” kata Joko Prasetyo, koordinator aksi. [owi/beq]






