Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, industri alas kaki Indonesia justru menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Riefky Yuswandi, mengungkapkan optimismenya bahwa industri ini akan mencetak rekor baru pada tahun 2024.
“Hingga triwulan II, pertumbuhan industri alas kaki kita mencapai 3,92%. Ini adalah angka yang sangat positif mengingat kondisi ekonomi global saat ini,” ujar Riefky saat membuka Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) 2024 di Universitas Ciputra Surabaya.
Salah satu faktor pendorong pertumbuhan industri alas kaki adalah peningkatan ekspor. Data World Footwear Yearbook 2023 menunjukkan bahwa Indonesia kini masuk dalam lima besar negara produsen alas kaki dunia, dengan total produksi mencapai 807 juta pasang pada tahun 2023. Sekitar 445 juta pasang di antaranya diekspor ke berbagai negara.
“Ekspor kita di tahun 2024 diperkirakan akan lebih tinggi lagi. Semester pertama saja sudah mencapai 3,7 miliar dolar AS. Ini menunjukkan bahwa produk alas kaki Indonesia sangat diminati di pasar global,” tambah Riefky saat membuka kompetisi IFCC 2024 di Universitas Ciputra Surabaya.
Meskipun ekspor terus meningkat, potensi pasar dalam negeri juga sangat besar. Saat ini, konsumsi alas kaki per kapita di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi industri alas kaki dalam negeri untuk meningkatkan produksinya.
“Kami yakin dengan berbagai program yang kami luncurkan, konsumsi alas kaki dalam negeri akan terus meningkat,” kata Riefky.
IFCC 2024: Dorong Kreativitas dan Inovasi
Untuk mendukung pertumbuhan industri alas kaki, Kementerian Perindustrian secara rutin menggelar Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC). Ajang ini bertujuan untuk mendorong kreativitas para desainer muda dan meningkatkan kualitas produk alas kaki Indonesia.
“IFCC tahun ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah. Karya-karya yang dihasilkan sangat inovatif dan menunjukkan potensi besar industri alas kaki Indonesia,” ujar Kepala Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia, Syukur Idayati.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pertumbuhan industri alas kaki, antara lain:
Restrukturisasi permesinan: Program ini memberikan insentif bagi pengusaha untuk memperbarui mesin produksinya.
Pengembangan desain: Pemerintah bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas desain produk alas kaki Indonesia.
Promosi produk: Pemerintah aktif mempromosikan produk alas kaki Indonesia di pasar global.
Industri alas kaki Indonesia masih memiliki masa depan yang cerah. Dengan dukungan pemerintah dan kreativitas para pelaku industri, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi alas kaki dunia.[rea/aje]






