Surabaya (beritajatim.com) – PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX), perusahaan tambang mineral terkemuka di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masa depan hijau di industri pertambangan. Melalui berbagai inovasi yang berfokus pada rehabilitasi lingkungan, dekarbonisasi, dan penggunaan energi terbarukan, Merdeka berupaya menjadikan operasional tambang yang lebih berkelanjutan, salah satunya di Tambang Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sejak berdiri pada tahun 2012, Merdeka telah memprioritaskan keberlanjutan sebagai bagian integral dari bisnisnya. Dengan operasional tambang yang dimulai di Tambang Emas Tujuh Bukit, perusahaan ini berhasil membuktikan bahwa sektor pertambangan dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menekankan bahwa keberlanjutan adalah dasar utama operasional perusahaan.
“Pada operasi tambang emas Tujuh Bukit Banyuwangi, kami telah menggunakan 100 persen listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT), yang disuplai oleh PLTP Kamojang di Jawa Barat. Ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” ujar Albert.
Selain itu, Merdeka juga menggunakan biodiesel B-35, campuran bahan bakar yang mengandung 35 persen minyak kelapa sawit, dalam operasional kendaraan dan alat berat. Langkah ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menurunkan jejak karbon dari kegiatan pertambangannya.
Tak hanya fokus pada energi terbarukan, Merdeka juga menjalankan program rehabilitasi dan reklamasi lingkungan di sekitar tambang. Di Tambang Tembaga Wetar, Maluku Barat Daya, perusahaan mulai memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi alternatif. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Merdeka dalam mewujudkan tambang yang ramah lingkungan.
“Untuk area yang belum terjangkau PLN, kami terus mengkaji penggunaan energi surya dan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan,” kata Albert.
Kontribusi Sosial untuk Masyarakat Lingkar Tambang
Selain inovasi di bidang lingkungan, PT Merdeka Copper Gold juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan masyarakat sekitar tambang. Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan memberikan beasiswa kepada masyarakat di lingkar tambang.
Hingga tahun ini, PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan Merdeka yang mengelola Tambang Tujuh Bukit, telah menyalurkan lebih dari 800 beasiswa pendidikan mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
Di Tambang Tembaga Wetar, PT Batutua Kharisma Permai (BKP) juga berkontribusi melalui sosialisasi Kurikulum Merdeka dan pembangunan sarana pendidikan di sekitar Pulau Wetar. Program-program ini mencerminkan komitmen Merdeka untuk tidak hanya meraih kesuksesan bisnis, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Menuju Proyek-Proyek Masa Depan yang Berkelanjutan
Seiring dengan bertambahnya usia perusahaan yang kini menginjak 12 tahun, PT Merdeka terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui proyek-proyek yang lebih besar dan inovatif. Di antara proyek-proyek masa depan Merdeka, Proyek Emas Pani di Gorontalo diproyeksikan menjadi salah satu tambang open pit terbesar di Indonesia dan diharapkan beroperasi penuh pada akhir 2025.
Selain itu, Merdeka juga mendukung program hilirisasi nikel pemerintah dengan membangun fasilitas pengolahan nikel HPAL (High Pressure Acid Leach) serta menyelesaikan studi kelayakan Proyek Underground Tujuh Bukit di Banyuwangi.
“Dengan inovasi dan proyek ekspansi yang sedang kami jalankan, kami optimis dapat terus mendorong pertumbuhan perusahaan sambil tetap memprioritaskan keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” tutup Albert.
Merdeka Copper Gold kini berdiri sebagai pelopor dalam menghadirkan masa depan hijau bagi industri pertambangan di Indonesia, melalui komitmen pada inovasi dan kolaborasi untuk lingkungan yang lebih baik. [beq]






