Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah meresmikan jalan sirip menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) di Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Jalan yang diresmikan ini merupakan jalur menuju JLS dan wisata Pantai Gurah.
“Jalan ini memiliki peranan strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar distribusi barang untuk peningkatan perekonomian,” kata Rini Syarifah usai meresmikan JLS Tugurejo, Jumat (20/9/2024).
Jalur sirip Tugurejo di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar yang diresmikan ini memiliki panjang 214 meter dengan lebar 5 meter. Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar untuk perbaikan jalur sirip JLS ini pun mencapai Rp800 juta.
“Ke depannya perbaikan atau rehabilitasi jalan sirip menuju Pansela akan terus ditingkatkan guna aksesibilitas,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Blitar memang tengah fokus memperbaiki akses jalan sirip JLS. Ada sejumlah jalur sirip JLS yang dilakukan perbaikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Blitar.
Secara keseluruhan anggaran yang disiapkan untuk perbaikan sejumlah jalur sirip tersebut pun mencapai Rp80 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk perbaikan ruas jalan utamanya yang jadi penghubung Jalur Lintas Selatan.
Jalan penghubung JLS yang akan diprioritaskan untuk diperbaiki pada tahun 2024 ini adalah jalur yang menuju lokasi tempat wisata. Seperti akses jalan menuju Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, serta jalur JLS menuju Pantai Peh Pulo yang berada di Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.
“Intinya gini, prioritas pembangunan Kabupaten Blitar adalah jalur-jalur penghubung JLS utamanya yang menuju tempat wisata karena itu bisa meningkatkan perekonomian di sektor wisata,” kata Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Blitar Hamdan Zulfikri Kurniawan.
Perbaikan jalan penghubung JLS ini akan mulai dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Blitar pada pertengahan tahun 2024 ini. Perbaikan jalan ini pun juga akan dilakukan secara bertahap.
Hal itu terjadi lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Blitar. Selain mengandalkan APBD, Pemkab Blitar juga akan mencari sumber dana lain dari pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan penghubung JLS dengan sejumlah tempat wisata tersebut.
“Ya kalau bicara potensi ekonomi dari wisata di sekitar JLS cukup besar tapi kami dari PUPR hanya bertugas untuk memperbaiki jalan penghubung yang rusak serta menyediakan lahan untuk jalur JLS-nya sendiri,” tutupnya. [owi/beq]






