Ponorogo (Beritajatim.com) – Ribuan pelamar seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang daftar di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo gugur di tahap verifikasi berkas. Hal itu diketahui setelah Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, menyelesaikan proses verifikasi dan validasi berkas lamaran peserta seleksi CPNS 2024.
Dari hasil tersebut, ribuan pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Mereka pun tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Data dari BKPSDM Ponorogo, ada 8.335 berkas yang berhasil diverifikasi. Dari jumlah itu, sebanyak 7.145 peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
Sedangkan 1.190 pelamar lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan otomatis ribuan pelamar itu gagal melanjutkan proses ke tahap berikutnya.
“Hasil verifikasi kami menunjukkan ada 1.190 berkas yang masuk kategori TMS,” kata Kabid perencanaan pengadaaan pengelolaan data dan sistem informasi ASN, BKPSDM Ponorogo, Ahmad Zamroni, Rabu (18/9/2024).
Zamroni menjelaskan bahwa sebagian besar pelamar yang gugur, disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri. Beberapa di antaranya adalah ketidaksesuaian kualifikasi pendidikan dengan persyaratan yang dibutuhkan. Selain itu, juga ada kesalahan dalam penulisan alamat surat lamaran yang tidak sesuai ketentuan.
“Banyak yang kurang teliti, misalnya yang dipersyaratkan adalah lulusan SMA, tapi yang dilampirkan malah ijazah sarjana. Ada juga yang jurusannya tidak sesuai, misalnya ijazah perikanan yang dilampirkan, padahal yang dibutuhkan adalah jurusan peternakan,” ungkapnya.
Mengenai penggunaan materai, Zamroni memastikan bahwa masalah tersebut sudah tidak lagi menjadi kendala. Banyak pelamar yang sudah menggunakan materai tempel sesuai instruksi dari BKN yang membolehkan penggunaan materai tempel maupun elektronik.
“Materai sudah tidak jadi masalah. Pelamar bisa menggunakan materai tempel atau elektronik, selama sesuai dengan ketentuan, mereka akan lolos seleksi verifikasi dan validasi,” katanya.
Zamroni menambahkan bahwa sebenarnya total ada 8.896 orang yang telah mendaftar. Namun, hanya 8.335 peserta yang berhasil melakukan submit berkas persyaratan secara lengkap. Sehingga ada 561 pelamar tidak menyelesaikan proses pendaftaran. Mereka pun otomatis sudah gugur sebelum dilakukan verifikasi dan validasi.
“Ribuan pelamar yang gugur ini ya akibat kesalahan administratif. Ya inilah pentingnya ketelitian dalam memenuhi persyaratan agar lolos,” tutupnya. [end/beq]






