Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai rahim yang telah melahirkan nasi boran, Desa Sumberjo, Kecamatan Lamongan, menggelar festival kuliner tradisional yang kini telah menjadi salah satu ikon Lamongan tersebut.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2.200 kupon disediakan panitia, untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin merasakan nikmatnya nasi boran.
Kepala Desa Sumberjo, Sumantri, mengatakan bahwa festival tersebut digelar atas inisiatif warganya, untuk menegaskan bahwa Desa Sumberjo menjadi asal muasal lahirnya nasi boran.
“Ini merupakan kehendak masyarakat. Bahwa makanan nasi boran itu asal usulnya dari sini, dari Desa Sumberjo,” kata Sumantri, kepada awak media, Selasa (17/9/2024).
Menurut Sumantri, nasi boran sudah ada di desanya sejak sebelum Indonesia merdeka. Resepnya kemudian diwariskan turun temurun dan terjaga hingga kini.
“Sejak tahun 1940 itu sudah ada nasi boran. Jadi kalau makan nasi boran itu jangan sampai keliru, karena banyak pedagang yang bukan orang Sumberjo, tapi mengaku warga Sumberjo, itu banyak. Maka harganya ada yang terlalu mahal,” tuturnya.
Kondisi tersebut sangat disayangkan, karena secara otomatis mencoreng citra nasi boran di mata masyarakat luar yang berkunjung ke Lamongan. Padahal nasi boran merupakan salah satu kuliner yang telah menjadi ikon Lamongan, selain soto ayam dan tahu campur.
Untuk mengatasi persoalan harga tersebut, kata Suantri, pihaknya berencana membuat paguyuban pedagang nasi boran di Desa Sumberjo, kemudian membuat standarisasi harga.
“Supaya harganya punya patokan, bisa sama rata dan bisa terjangkau,” ujarnya.
Selain itu, untuk membedakan pedagang nasi boran yang benar-benar berasal dari Sumberjo dengan pedagang dari desa lain, nantinya akan dibuatkan payung khusus.
“Bungkusnya nanti juga kita buatkan khusus untuk pedagang yang berasal dari Desa Sumberejo,” ucap Sumantri.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Nasi Boran, O’on Yulian Teten, berharap melalui festival ini bisa menegaskan identitas Desa Suberjo sebagai asal usul nasi boran.
“Karena saat ini masih banyak yang belum tahu. Dengan adanya acara ini, masyarakat menjadi tahu bahwa Desa Sumberjo adalah desa penghasil nasi boran, sentra nasi boran,” ucapnya. (fak/ian)






