Madiun (beritajatim.com) – Bakal Calon Wakil Bupati Magetan, Ida Yuhana Ulfa, berencana mengadopsi kebijakan Anggaran Dana Desa (ADD) 20 persen yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan alokasi ADD di Kabupaten Magetan, yang saat ini hanya mencapai 11 persen.
Untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai penerapan ADD 20 persen, Ida Yuhana, yang akrab disapa Mbak Ida, melakukan kunjungan ke Kantor Pemerintah Desa Nglandung, Kabupaten Madiun, pada Selasa (17/9/2024). Dalam kunjungan tersebut, dia disambut oleh perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perwakilan organisasi masyarakat.
Ida membahas berbagai aspek penting terkait pengelolaan dan penganggaran Anggaran Dana Desa dengan para pihak yang hadir. Menurutnya, penerapan ADD 20 persen di Madiun terbukti efektif dan berdampak positif bagi masyarakat, termasuk organisasi masyarakat setempat.
“ADD 20 persen jika diterapkan di desa sangat efektif dan manfaatnya dirasakan oleh berbagai kalangan,” kata Ida.
Dia juga menyoroti bahwa alokasi ADD di Kabupaten Magetan masih jauh lebih rendah, yaitu 11 persen, sehingga dampaknya belum optimal. Oleh karena itu, Ida berencana untuk mengadopsi kebijakan ini demi kesejahteraan masyarakat Magetan.
“Kami ingin fokus pada peningkatan kesejahteraan di 235 desa di Magetan. Dengan ADD 20 persen, efektivitas dan efisiensi bisa tercapai,” jelas Ida.
Sementara itu, Kepala Desa Nglandung, Ahmad Pamuji, memberikan penjelasan mengenai tata kelola dan pelaksanaan ADD di Madiun. Dia mengapresiasi langkah Ida Yuhana yang berencana menerapkan kebijakan serupa di Magetan.
“Meskipun ada perbedaan wilayah, kami berharap pelajaran yang didapat di sini bisa diterapkan di Magetan,” ujar Ahmad Pamuji. [fiq/beq]






