Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka peringatan Hari Lahir Muslimat NU ke-78 yang digelar di Kota Batu, Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh anggota Muslimat NU dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan.
Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh pendiri NU, KH Hasyim Asyari, dalam Qanun Asasi NU.
Di hadapan 2.500 jamaah Muslimat NU yang hadir, Khofifah menegaskan bahwa Qanun Asasi merupakan pedoman penting dalam menjaga keutuhan NU, baik secara internal maupun eksternal. “Qanun Asasi adalah kunci menata NU dan menjaga kerukunan di dalam maupun di luar komunitas NU,” jelas pada Minggu (15/9/2024), lalu.
Khofifah berbagi cerita mengenai diskusi Habib Umar Al Hafidz dengan KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, yang menelaah pemikiran KH Hasyim Asyari tentang pentingnya persatuan dalam NU. Ia berharap pesan ini dapat diimplementasikan seluruh anggota Muslimat NU dalam kehidupan sehari-hari.
“Pesan ini perlu kita implementasikan bersama khususnya menjelang Pilkada serentak 2024,” ungkap Khofifah mengajak warga Muslimat NU.
Selain itu, acara Harlah Muslimat NU ke-78 juga dimeriahkan dengan pasar murah. Pasar ini menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga terjangkau.
Khofifah bahkan turut membagikan telur gratis kepada para jamaah. “Ini menjadi bagian dari upaya Muslimat NU dalam mengurangi stunting melalui program sedekah satu butir telur per hari,” ujarnya.
Khofifah berharap melalui kegiatan ini, daya beli warga Muslimat NU dapat meningkat dan ekonomi keluarga Muslimat NU terbantu. “Pasar murah ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi dan menjadi kontribusi nyata Muslimat NU dalam memperkuat kesejahteraan umat,” tutupnya. (dan/ted)






