Surabaya (beritajatim.com) – Wilayah Madiun Raya pada Selasa, 17 September 2024, diprediksi akan serentak mengalami kondisi cuaca yang hampir sama, yakni didominasi oleh cerah berawan sepanjang hari, berawan, hingga berkabut.
Prakiraan ini disampaikan oleh Oky Sukma Hakim, S.Tr., prakirawan BMKG Juanda, yang menekankan pentingnya kewaspadaan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi cuaca di sekitar.
“Masyarakat Madiun Raya sebaiknya mempersiapkan diri menghadapi cuaca cerah berawan sepanjang hari, terutama pada pagi hingga malam hari. Perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga kesiapsiagaan sangat penting,” ungkap Oky pada Selasa (17/09/2024).
Di Kabupaten Madiun, cuaca cerah berawan akan terjadi sepanjang hari, dimulai sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga malam pukul 22.00 WIB. Setelah itu, cuaca akan berubah menjadi berawan menjelang larut malam sekitar pukul 23.00 WIB. Suhu di wilayah ini diperkirakan berkisar antara 21 hingga 34 derajat Celcius, dengan kelembaban mencapai 31 hingga 75 persen. Angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan sekitar 24 km/jam.
Sementara itu, di Kota Madiun, pola cuaca serupa diprediksi akan terjadi. Dari pagi hingga malam hari, cuaca cerah berawan akan mendominasi, kemudian pada pukul 23.00 WIB, kondisi akan berubah menjadi berawan.
“Suhu di Kota Madiun berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celcius, sedikit lebih sejuk daripada wilayah kabupaten ya. Nah, kalau kelembaban udara diperkirakan berada di angka 30 hingga 64 persen, sementara angin bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan 24 km/jam,” terang Oky.
Pola yang sama persis pun terjadi di Ngawi dan Magetan, perbedaannya hanya terletak pada suhu, kecepatan angin dan kelembaban udaranya. Suhu di Ngawi akan mencapai puncaknya di angka 35 derajat Celcius, sedangkan di Magetan, suhu maksimum diperkirakan sekitar 31 derajat Celcius.
Angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan 25 km/jam di Ngawi dan 24,5 km/jam di Magetan. Kelembaban udara berkisar antara 25 hingga 68 persen di Ngawi dan 30 hingga 65 persen di Magetan.
Untuk daerah pesisir seperti Pacitan, cuaca cerah berawan akan mendominasi sejak pagi, namun akan berubah pada sore hari.
“Untuk daerah pesisir seperti Pacitan, saya sarankan agar warga lebih berhati-hati, terutama pada sore hari. Kami memprediksi akan ada kabut yang cukup tebal antara pukul 17.00 hingga 20.00 WIB, yang bisa mengganggu aktivitas luar ruangan,” tambah Oky.
Suhu di Pacitan lebih rendah, berada di rentang 18 hingga 28 derajat Celcius, dengan kelembaban cukup tinggi, yaitu antara 43 hingga 96 persen. Angin bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan 24 km/jam.
Di Ponorogo, cuaca yang hampir sama dengan Pacitan diperkirakan terjadi. Wilayah ini akan cerah berawan pada pagi dan siang hari, namun akan berubah menjadi kabur mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
Setelah itu, cuaca kembali cerah berawan sebelum akhirnya menjadi mendung pada pukul 23.00 WIB. Suhu di Ponorogo diperkirakan berkisar antara 20 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban 29 hingga 94 persen. Angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan sekitar 25,8 km/jam.
Dengan prakiraan cuaca yang bervariasi ini, BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Madiun Raya untuk selalu waspada dan terus memantau perkembangan cuaca agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari. [mnd/aje]






