Jember (beritajatim.com) – Wisata Kampung Belgia di Kebun Sumberwadung, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan mantan Wakil Bupati Abdul Muqit Arief, terhadap desa wisata di Bali.
“Ketika saya berjalan-jalan di rumah-rumah karyawan di kebun, saya teringat desa wisata di Bali. Mirip-mirip. Lokasinya juga bagus. Bahkan di setiap rumah karyawan itu disediakan satu kamar sebagai homestay,” kata Muqit.
Kampung Belgia sebenarnya kampung yang dihuni buruh lepas di dalam kawasan Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan. Disebut Kampung Belgia, karena pada masa kolonial, kampung ini ditempati warga Belgia yang mengelola perkebunan karet dan kopi di sana.
Wisata Kampung Belgia diresmikan Bupati Hendy Siswanto, Minggu (15/9/2024). “Wisata Kampung Belgia adalah harta karun agrikultura peninggalan Belgia, sekutu Belanda, yang kami persembahkan untuk masyarakat. Peresmian WKB adalah ikhtiar kami untuk terjun berkiprah lebih serius di dunia pariwisata sebagai lini baru di bisnis kami,” kata Direktur Utama PDP Kahyangam Sofyan Sauri.
Manajemen PDP Kahyangan akan bekerja sama dengan bus Jelita (Jelajah Keliling Kota) milik Dinas Perhubungan Jember dan angkutan wisata Angkot Sultan yang dikelola para supir akutan kota Jember untuk melayani wisatawan yang ingin ke Kampung Belgia.
“Ke depannya Wisata Kampung Belgia berfokus sebagai kawasan nostalgia. Produk unggulannya adalah heritage live in. Nantinya di setiap rumah warga akan dibuka minimal satu kamar untuk homestay wisatawan menginap,” kata Hasti Utami, penggagas Wisata Kampung Belgia.
Muqit menilai, Wisata Kampung Belgia berpotensi menarik turis asing. “Tapi memang perlu kesiapan warga agar paham tentang dunia wisata. Bagaimana menemani dan melayani turis, ketersediaan sarana seperti MCK yang bagus, dan segala sesuatunya perlu dipersiapkan,” katanya.
Kesan pertama akan menjadi kunci keberlanjutan Wisata Kampung Belgia. “Kalau awal-awal mereka sudah tidak mendapatkan pelayanan yang baik, ke depannya sangat sulit. Serubu langkah dimulai dari langkah pertama, kata orang bijak,” kata Muqit.
Muqit berpendapat, Wisata Kampung Belgia bisa menjadi destinasi edukasi bagi siswa pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah. “Saya sendiri baru tahu kalau di sana itu bekas dikuasai Belgia, bukan Belanda. Arsitektur perumahannya unik dan menarik. Saya sangat mendukung ini. Kebetulan saya tetangga PDP,” katanya.
“Kalau ini betul-betul diseriusi dan didampingi secara profesional, pasti akan menambah kesejahteraan masyarakat kebun. Kalau turis datang, masyarakat bisa mendapatkan pemasukan dari homestay, bisa berjualan souvenir dan makanan, bisa jadi pemandu wisata. Bagi masyarakat sekitar kebun, juga bisa jadi kesempatan memperkenalkan produk lokal,” kata Muqit.
Muqit menyarankan PDP Kahyangan bisa menggandeng pihak lain jika tidak bisa mengelola sendiri. “Selama itu tidak melanggar aturan, why not? Kalau itu bisa dikelola dengan baik, akan memiliki multiplier effect, terutama peningkatan kesejahteraan masyarakat kebun,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto menyebut Kampung Wisata Belgia harta karun terpendam. “Wisata Kampung Belgia ini istimewa, harus dikemas bersama-sama,” katanya.
Hendy setuju jika Pemkab Jember mengoordinasi para siswa sekolah untuk datang ke Kampung Belgia secara bergantian. “Termasuk kegiatan ekstrakurikuler dikerjakan di sana,” katanya.
Masyarakat di Sumberwadung diharapkan Hendy bisa melayani pengunjung dengan baik. “Kita mendatangkan wisatawan domestik dulu deh. Wisatawan lokal kita layani. Kalau bagus, melayani wisatawan luar tidak terlalu sulit untuk dikembangkan,” katanya.
Sebelum benar-benar dibuka untuk wisatawan, Hendy ingin ada perbaikan fasilitas seperti rute titik-titik kunjungan yang dilengkapi narasi sejarah. “Kita harus memperbaiki plafon rumah warga banyak yang jebol. Atapnya dari kayu sesek, bambu. Kita kembalikan dari sesek lagi. Nanti kami akan bantu, masyarakat yang mengerjakan,” katanya.
Rumah warga bisa menjadi homestay. “Cukup memperbaiki kamar tidur dan kamar mandi. Nanti kami akan ambil beberapa rumah contoh, 5-10 rumah untuk homestay,” kata Hendy. [wir]






