Surabaya (beritajatim.com) – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mengajar para pesertanya.
Hal ini disampaikan oleh dua peserta PPG yang baru saja mengikuti yudisium pada Jumat (13/9/2024) kemarin, di Auditorium Kampus B Unusa, Surabaya.
Salah satu peserta PPG Unusa, Sr. Elisabeth Hardiantinawati, yang juga Kepala SMP Katolik Santa Clara Surabaya ini mengakui bahwa PPG telah memberinya bekal penting untuk mengajar.
“Sebagai kepala sekolah saya jarang mengajar di depan kelas. Meskipun begitu, PPG ini memberi saya kepercayaan diri dan pengetahuan baru untuk mengelola pembelajaran dengan lebih baik,” ujar Sr. Elisabeth.
Ia juga menyoroti pentingnya kreativitas dalam pembuatan modul ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. “Ini untuk menciptakan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik agar sesuai kebutuhan peserta didik,” katanya.
Elisabeth berpesan agar para guru memanfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Sebagai pendidik, kita harus selalu belajar untuk membangun karakter peserta didik dan memajukan masa depan mereka,” tutupnya.
Senada dengan Sr. Elisabeth, Teori Manao, guru SD dari Nias Selatan, Sumatera Utara, mengungkapkan peningkatan signifikan dalam cara mengajarnya setelah mengikuti PPG.
“PPG mengubah cara saya mengajar dari yang dulunya monoton menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Saya merasa lebih siap dan percaya diri di depan kelas,” kata Teori.
Teori, yang telah mengajar selama 15 tahun, juga merasa bahwa materi PPG memperluas pengetahuannya, terutama dalam penggunaan teknologi. “Saya sekarang dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan efisien,” tambahnya.
Kedua peserta ini, meskipun berasal dari latar belakang dan lokasi yang berbeda, sepakat bahwa PPG di Unusa memberikan pengalaman berharga dan tidak ada perbedaan perlakuan terkait latar belakang pribadi mereka. [ipl/beq]






