Pasuruan (beritajatim.com) – Suasana pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) di Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan pada Rabu (11/9/2024) berubah ricuh. Insiden terjadi setelah pertandingan berakhir, melibatkan salah satu official tim Merpati Putih dan asisten wasit.
Dalam pertandingan tersebut, tim Global FC berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Merpati Putih. Ketegangan muncul di akhir pertandingan ketika gol yang dicetak Merpati Putih dianulir oleh asisten wasit karena dianggap offside. Keputusan ini memicu protes keras dari pihak Merpati Putih.
Rizal, Ketua Panitia Liga Tarkam, menjelaskan bahwa insiden tersebut tidak sampai pada tahap kericuhan besar. Menurutnya, pihak Merpati Putih hanya ingin mengklarifikasi keputusan wasit terkait pelanggaran offside. “Tidak ada kericuhan. Mereka hanya ingin mengklarifikasi terkait keputusan offside itu,” ujar Rizal.
Namun, video yang beredar di media sosial menunjukkan adanya aksi pengejaran terhadap salah seorang wasit oleh sejumlah penonton. Hal ini tentu saja mengundang perhatian dan kekhawatiran terhadap keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya pertandingan.
Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Rembang, AKP Mulyono, telah memanggil panitia penyelenggara dan kepala desa untuk dimintai keterangan. Pihak kepolisian juga akan melakukan evaluasi terhadap keamanan selama pertandingan berlangsung.
Mulyono menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir adanya tindakan anarkis dalam pertandingan sepak bola. Jika kembali terjadi kericuhan, kepolisian tidak akan segan-segan mencabut izin pertandingan.
“Kami sudah memanggil ketua panitia dan kepala desa untuk memberikan klarifikasi atas insiden tersebut. Jika ke depannya terjadi kericuhan, kami akan mencabut perizinan,” tegasnya.
Meskipun terjadi insiden, kompetisi Liga Tarkam di Rembang akan tetap berlanjut. Namun, panitia penyelenggara dan pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa. (ada/ian)






