Kediri (beritajatim.com) – Dinas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Timur sedang menjalankan program pendampingan koperasi di lingkungan pondok se-Jawa Timur, termasuk di Kediri. Program ini bertujuan untuk mendorong perkembangan koperasi dan mengupayakan pertumbuhan ekonomi pesantren.
Salah satu langkah strategis Dinas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah dengan melibatkan teknologi digital. Untuk mewujudkan hal itu, Dinas UMKM Jatim menjalin diskusi intensif dengan pihak ePesantren serta ePos, dua aplikasi yang telah digunakan ratusan pesantren di Indonesia.
Kedua aplikasi ini memiliki fungsi yang dapat saling melengkapi, yakni ePesantren sebagai sistem manajemen dan keuangan pesantren dan ePos sebagai sistem minimarket di lingkungan pesantren. Integrasi dari kedua aplikasi ini membentuk sebuah ekosistem digital yang diharapkan mampu mendukung pengelolaan koperasi pesantren lebih terpadu dan digital.
Mahfudz Syarif, selaku CEO dari Indoweb pun mendukung program Dinas UMKM Jatim ini. “Bagus sekali dan tepat, dari pihak ePesantren mendukung dan menyiapkan sistem yang lebih komprehensif. Kita mendukung sistem di Ponpes yang dibina oleh Dinas Koperasi Jatim”, ungkapnya.
Dari Dinas UMKM diwakili oleh Anggit menyatakan bahwa pihaknya ingin meminta Pak Mahfudz Syarif untuk menjadi pembicara workshop dengan mengundang koperasi dari pelaku usaha di pondok pesantren.
“Ke depan kami akan ada workshop pak yang mengundang koperasi dan pelaku usaha dilingkungan pesantren, kalau boleh pak kita diskusi terlebih dahulu terkait layanan-layanan yang bisa kita kolaborasikan, kemungkinan nanti arahnya kami akan mengundang perwakilan e-pesantren untuk bisa menjadi salah satu narsum kami,” ungkapnya di Kediri, pada Kamis (12/9/2024).
Ia juga menambahkan, program ini bertujuan untuk mendorong digitalisasi di pesantren, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga pusat ekonomi berbasis teknologi.
“Dinas kami ini juga membina berbagai pondok pesantren dalam hal koperasi dan entrepreneur, sebenarnya kami terinspirasi dengan layanan e- pesantren ini, kami ingin lebih mendalami begitu pak terkait layanan-layanan yang bisa diakses,” tutur Anggit.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan ekossitem digital yang mendukung kemandirian pesantren, khususnya di sektor ekonomi pesantren. [nm/ian]






