Pasuruan (beritajatim.com) – Dibalik ramainya wisata Banyu Biru yang berada di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, namun masih banyak beberapa wahana yang tak terurus. Salah satunya wahana tempat bermain anak-anak yang berada di bagian belakang pemandian Banyu Biru.
Terlihat beberapa wahana yang telah usang dan tak terurus lagi, seperti halnya kereta yang dulunya dibuat untuk menghibur anak-anak kini telah mangkrak dan tak terurus. Tak hanya itu, terdapat pula kios pedagang kaki lima yang juga sudah mulai sepi dan tak ditempati.
Menurut salah satu pengunjung yang sedang berlibur bernama Rois mengatakan bahwa sangat menyayangkan tak terurusnya lahan tempat bermain. Pasalanya dia yang sedang melakukan liburan keluarga ingin menyenangkan buah hatinya.
“Saya kira ada tempat bermain untuk anak-anak, padahal disini niatnya liburan. Tapi ternyata cuman ada pemandian kolam aja,” jelasnya.
Tak hanya Rois, Fahmi yang juga merupakan pengunjung dari luar Pasuruan sangat menyayangkan kurangnya pemeliharaan di salah satu wisata unggulan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Selain tak terurus, pemandia Banyu Biru juga sangat banyak sampah daun yang berserakan.
“Kalau liat dari foto-fotonya di sosmed kelihatan bagus banget sampai pengen main dan berenang disini. Tapi sewaktu udah sampai ternya tidak sesuai dengan perkiraan, sangat beda lah,” ungkapnta.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Agus Hariwibowo mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini Pemkab Pasuruan tak memasukkan anggaran untuk rehab pemandian Banyu Biru. “Anggarannya gak ada, jadi gak bisa untuk dilakukan rehab,” jelas Agus singkat. [ada/aje]






