Medan (beritajatim.com) – Heri Agus Suprianto, yang akrab disapa Tessy, merupakan capo atau koordinator suporter dari Persebaya Surabaya. Di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatra Utara, Tessy berbagi pengalaman menariknya saat ditunjuk sebagai koordinator suporter untuk mendukung para atlet kontingen Jawa Timur.
Tessy mengungkapkan bahwa mengoordinasikan suporter di Sumatra Utara memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan PON sebelumnya di Papua. Di Jayapura, ia dengan mudah mengumpulkan suporter karena banyaknya warga pendatang dari Jawa Timur yang merupakan Bonek, pendukung fanatik Persebaya. Namun, di Sumatra Utara, upaya tersebut membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Untuk PON kali ini, saya bersama kontingen suporter harus bekerja sama dengan mahasiswa dan suporter PSMS Medan guna mengumpulkan massa untuk mendukung para atlet Jawa Timur,” ujar Tessy saat ditemui di Sumatra Utara Sport Center.
Dua hari sebelum PON dimulai, Tessy dan timnya sudah mulai mengoordinasikan para suporter. Setiap hari, mereka mengerahkan sekitar seribu suporter yang ditempatkan di beberapa kota, seperti Medan, Deliserdang, Berastagi, Binjai, hingga Toba. “Setiap hari, kami membagi 10 hingga 20 suporter di setiap lokasi pertandingan. Contohnya, di venue bowling ini ada 20 suporter yang mengenakan pakaian hijau bertuliskan ‘Wani’ sambil membawa pom-pom,” tambahnya.
Tessy juga menjelaskan bahwa menjadi koordinator suporter di ajang PON sangat berbeda dibandingkan saat menjadi capo untuk tim besar seperti Persebaya. “Kalau di tim besar, suporter datang sendiri. Tapi di PON, suporter harus dikumpulkan dan disesuaikan dengan jadwal pertandingan, yang selalu berpindah dari satu kota ke kota lain. Ini butuh koordinasi yang sangat matang,” pungkasnya.
Dengan semangat dan dedikasinya, Tessy berhasil menciptakan suasana meriah di setiap venue pertandingan, mendukung atlet Jawa Timur meraih prestasi di PON XXI. (way/but)






