Lamongan (beritajatim.com) – Mundurnya Didik Ludianto dari kursi kepelatihan Persela Lamongan secara tiba-tiba, menimbulkan tanda tanya. Khususnya faktor yang melatarbelakangi keputusan itu.
Terlebih, Didik baru memimpin Persela dalam satu pertandingan, dengan hasil imbang 2-2 saat menjamu Deltras FC Sidoarjo. Sehingga mundurnya Didik cukup mengejutkan.
Kini teka teki penyebab mundurnya pelatih yang akrab disapa Didik Pacul tersebut terungkap, setelah Manajer Persela, Fariz Julinar Maurisal bersedia buka suara.
“Coach Didik mundur karena faktor keluarga,” kata Fariz, saat dikonfirmasi, Rabu (11/9/2024).
Terlepas dari faktor tersebut, sejak diperkenalkan sebagai pelatih baru Persela, Didik mendapat sambutan yang kurang baik. Kehadirannya dipandang sebelah mata oleh sebagian suporter.
Hal itu terlihat dari banyaknya tanggapan negatif di kolom komentar pada unggahan media sosial Persela. Bahkan sampai dimunculkan seruan #didikout. Padahal Didik baru dipercaya menangani tim.
Tekanan kepada Didik semakin besar setelah Persela meraih hasil minor dalam beberapa pertandingan uji coba. Gelombang protes yang dilakukan suporter semakin meningkat ketika Persela gagal meraih poin penuh kala menjamu Deltras FC Sidoarjo, di laga perdana Liga 2 2024-2025.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut, para suporter sempat mengumandangkan nyanyian protes yang ditujukan kepada Didik. Bahkan protes juga berlanjut setelah pertandingan usai.
Kini setelah Didik Ludianto resmi mengundurkan diri, posisi pelatih kepala akan dipercayakan kepada Zulkifli Syukur, yang sebelumnya merupakan asisten pelatih di skuat Laskar Joko Tingkir.
Zulkifli memenuhi syarat untuk menahkodai Persela, karena telah memegang lisensi A, sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk Liga 2.
“Match berikutnya coach Zul sudah memimpin tim,” ucap Fariz. (fak/ian)






