Bojonegoro (beritajatim.com) – Nafik Sahal, putra pendiri pondok pesantren (Ponpes) Attanwir Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro memberikan sederet masukan kepada bakal calon bupati (Bacabup) Bojonegoro, Setyo Wahono.
Masukan serta saran tersebut disampaikan saat Bacabup asal Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo itu melakukan silaturahmi sekaligus meminta restu kepada Gus Nafik -sapaan Nafik Sahal-, Rabu (11/9/2024).
Sejumlah masukan dan nasihat Gus Nafik kepada Bacabup Bojonegoro Setyo Wahono diantaranya agar banyak turun menyapa masyarakat untuk menjaring aspirasi. “Dengan begitu bisa mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi warga, dan bisa mencari dan menyiapkan solusinya,” kata Gus Nafik.
Pria yang pernah menjadi Anggota DPRD Bojonegoro dari PKB ini juga berpesan kepada Bacabup Setyo Wahono agar siap lahir dan batin dalam mengikuti Pilkada. Kesiapan ini sangat diperlukan karena dalam sebuah kontestasi dipastikan akan memunculkan sebuah persaiangan. “Saya juga menitipkan beberapa harapan jika nanti Mas Wahono terpilih menjadi Bupati Bojonegoro,” kata Gus Nafik.
Sejumlah harapan yang dimaksud Gus Nafik diantaranya adalah penataan tata ruang kota, karena Bojonegoro ke depan menjadi kota besar. Selain itu, harus banyak menggaet investor agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan, dan membuka peluang usaha baru sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Untuk mendukung itu perlu menghidupkan jalur selatan. Koneksitas ini perlu dibangun agar terjadi pemerataan ekonomi di wilayah Bojonegoro,” tegas Gus Nafik.
Gus Nafik juga berharap kepada adik kandung Mensesneg Pratikno, agar memaksimalkan keberadaan sumber daya alam (SDA) berupa migas yang ada di Kabupaten Bojonegoro, agar memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan industri turunan.
“Industri turunan migas inilah yang selama ini belum digarap maksimal. Padahal jika dimaksimalkan akan mencipatakan banyak peluang bagi masyarakat, mulai dari lapangan pekerjaan, usaha, jasa dan lain sebagaianya,” tuturnya.
Menurut Gus Nafik, pembangunan sektor pertanian juga sangat penting dan musti diperhatikan oleh Mas Wahono jika menjadi Bupati Bojonegoro. Sebab, mayoritas masyarakat adalah sebagai petani. Salah satu kunci dari pertanian adalah ketersediaan pengairan.
“Kalau pengairannya lancar tentu petani akan mudah menggarap sawah ladang. Untuk itu pembangunan bendung gerak nanti harus digalakkan,” pesan Gus Nafik.
Bacabup Setyo Wahono mengucapkan terima kasih kepada Gus Nafik dan pengurus Ponpes Attanwir yang sudah memberikan sambutan hangat dan dukungan kepada dirinya di Pilkada Bojonegoro.
“Semoga ikhtiar kita bersama ini dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah. Saya percaya dan yakin niat baik kita bersama untuk menjadikan Bojonegoro luwiih apik, lebih maju dan lebih sejahtera akan dimudahkan,” katanya.
Bacabup Setyo Wahono menyampaikan, harapan yang disampaikan Gus Nafik telah menjadi programnya selama lima tahun kedepan jika terpilih menjadi Bupati Bojonegoro. Seperti pembangunan koneksitas di wilayah selatan yang akan menghubungkan dengan jalan Tol Ngawi – Bojonegoro – Tuban, dan exit tol.
“Kita juga akan membangun distribution center atau pusat distribusi untuk menyimpan, menerima dan mendistribusikan ke pasar,” kata Mas Wahono.
Untuk mencipatkan peluang kerja dan mengurangi pengangguran, lanjut Bacabup Setyo Wahono, pihaknya akan mengembangkan industrialisasi dan hilirisasi produk-produk lokal seperti pertanian, UMKM, dan investasi industri padat karya yang merata di beberapa wilayah Bojonegoro.
Termasuk memaksimalkan hilirisasi migas untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. “Semua ini bisa terwujud jika kita berkolaborasi, bersinergi dan memiliki semangat yang sama untuk menjadi Bojonegoro luwih apik,” pungkasnya. [lus/kun]






