Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024 sudah ditutup pada Selasa (10/9/2024) kemarin. Data Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, jumlah pelamar CPNS di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mencapai 8.913 orang.
Jumlah pendaftar itu menduduki posisi keenam terbanyak di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Jumlah pendaftar CPNS di lingkup Pemkab Ponorogo di bawah Pemerintah Provinsi Jatim, Pemkot Surabaya, Pemkab Gresik, Pemkab Bojonegoro, dan Pemkab Lamongan.
Banyaknya pendaftar CPNS di lingkup Pemkab Ponorogo, ternyata sudah diprediksi sebelumnya oleh Ahmad Zamroni, Kepala Bidang Perencanaan Pengadaan Pengolahan Data dan Sistem Informasi ASN BKPSDM Ponorogo, yang memperkirakan bahwa peserta akan membludak.
Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya jumlah pelamar adalah persyaratan yang dianggap lebih ringan dibandingkan kota/kabupaten lain. Yakni khususnya terkait nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal bagi lulusan sarjana.
Zamroni menjelaskan bahwa di Pemkab Ponorogo, syarat IPK minimal untuk pelamar sarjana adalah 2,75, baik dari lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“Persyaratan ini sama dengan yang diterapkan di Kabupaten Pacitan. Sementara di kota-kabupaten lain, syarat IPK minimal IPK 3,00,” kata Zamroni, Rabu (11/9/2024) siang.
Zamroni menyebutkan bahwa persyaratan IPK minimal merupakan kebijakan yang ditetapkan oleh masing-masing daerah. Hal inilah yang mempengaruhi minat pelamar yang lebih tinggi di Ponorogo.
“Ya karena persyaratan yang lebih fleksibel ini, memungkinkan lebih banyak lulusan memenuhi kualifikasi kalau daftar di sini,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Pemkab Ponorogo mendapatkan alokasi kuota sebanyak 323 formasi CPNS. Formasi tersebut terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu 159 formasi untuk tenaga kesehatan dan 164 formasi untuk tenaga teknis. Selain itu, tersedia pula dua jenis formasi, yaitu formasi khusus dan formasi umum. [end/beq]






