Malang (beritajatim.com) – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) melakukan implementasi kerjasama dalam bentuk program kewirausahaan terpadu Training of Trainers (ToT) account officer. Program ini diberikan kepada usaha ultra mikro (UMi) melalui kemitraan inkubator yang ada di Malang Raya.
Dekan Vokasi, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., Ph.D., menjelaskan bahwa acara ini menjadi bukti bahwasanya kampus juga berupaya untuk berkontribusi kepada pengembangan masyarakat, terutama usaha ultra mikro. Menurut Kholid, selama ini kampus menugaskan mahasiswa maupun dosennya untuk melakukan riset maupun pendampingan.
“Salah satunya adalah segmen pendampingan adalah usaha ultra mikro. Dengan kesempatan, kami bisa berkontribusi untuk bisa melakukan pelatihan kepada para pendamping yang nantinya ditugaskan untuk mendampingi usaha Ultra mikro yang memperoleh pembiayaan dari PIP,” ungkap Kholid selepas pembukaan acara di Gedung Auditorium dan Kewirausahaan Terpadu ( Gedung Merah ) UB, Senin (9/9/2024).
Terdapat sekitar 150 peserta yang mengikuti ToT ini. Mereka diambil dari pendamping di Malang Raya, baik di kota Malang, kabupaten Malang maupun, Kota Wisata Batu.
Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ismed Saputra menuturkan bahwa PIP berpusat di Jakarta dengan debitur yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya daerah Kabupaten Kota. PIP saat ini menjalin berbagai kerja dengan perguruan tinggi melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
“Kami memberi pelatihan kepada account officer dari lembaga keuangan bukan bank yang menjadi mitranya PIP. Karena apa? Masyarakat yang punya usaha ultra mikro itu sebenarnya masyarakat kecil. Jadi kalau kita buka di data itu Pak Itu antara Dese 1 sampai 4, jadi artinya miskin ekstrem pun ada,”
Menurutnya, usaha ultra mikro masyarakat semuanya pasti membutuhkan modal. Namun, jika soal modal tidak dilakukan pendampingan maka pasti akan mengalami macet.

“Kita PIP dengan berbagai perguruan tingi melakukan kerja sama, kita berdayakan perguruan tingginya, kita lakukan pendampingan kepada account officer dari LKBB yang menjadi mitranya PIP. Harapan kita ini nanti akan kita digulirkan yang sudah trainer dia harus menularkan kepada account officer yang lainnya,”
Pada pembukaan acara ToT ini turut hadir juga perwakilan dari Pj se Malang Raya. Ismed pun berharap perwakilan Pj maupun Bupati Walikota yang ada di wilayahnya bisa menggunakan sebagai pola untuk lembaga bank bukan hanya yang menjadi mitra PIP ke IP Mungkin ada yang lainnya Saya yakin di kabupaten kota itu pasti namanya koperasi simpan pinjam itu pasti banyak.
“ini yang perlu kita perkuat nanti bersama-sama kolaborasi baik dengan pemerintah daerah. Saat ini, mitra PIP non bank yang sudah kerja sama sekitar 90an. Debiturnya itu sudah sekitar yang sudah masuk pada jenis usaha ultra mikro sekitar 10,2 juta. Perguliran dananya sekitar 42 triliun, artinya uang yang punya PIP dana kelolan kita itu ada lebih kurang 10 triliunan,” ungkap Ismed.
Pihaknya berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan juga kementerian lain, tidak hanya Pemda saja, tetapi juga ada pada tingkat kementerian lain. Dengan sinergi ini masyarakat itu tidak hanya menjadi pasar untuk simpan pinjam saja, tetapi bisa membangun ketahanan ekonomi. [dan/beq]






