Surabaya (beritajatim.com) – Warga Jalan Bulaksari, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya mengeluhkan kondisi air PDAM Surya Sembada yang keruh dan berbau sejak kemarin sore.
Herman Rivai, salah seorang warga yang terdampak, mengungkapkan kekecewaannya.
“Air dari kemarin tuh keruh dan bau. Mulai kemarin sore. Sampai sekarang masih bau dan keruh,” ujar Herman Rivai dengan nada kesal.
Herman menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh adanya kebocoran pipa akibat galian yang sedang berlangsung di sekitar wilayah tersebut. “Tapi saya lihat di kampung itu kok ada galian sedang digali gitu pipanya. Mungkin ada yang bocor,” tambahnya.
Kondisi air yang keruh dan berbau ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama untuk mandi, memasak,dan beribadah. “Keluhannya bau dan keruh. Mandi terganggu tapi ya mau gimana lagi, terpaksa,” keluh Herman.
Meskipun terganggu, warga terpaksa tetap menggunakan air PDAM karena tidak ada pilihan lain. “Karena nggak ada pilihan lain, masak mau pake air kemasan. Buat masak, buat sholat (wudhu). Rasanya gak enak menahan bau. Jadi ya terpaksa,” ungkap Herman.
Warga berharap agar pihak PDAM Surya Sembada segera melakukan perbaikan dan kontrol yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Harapan saya segera dikontrol lagi biar kejadian seperti ini tidak terulang,” harap Herman.
Sementara itu, kabar baiknya, petugas PDAM telah merespons keluhan warga dengan melakukan perbaikan pada pipa yang bocor.
“Tapi kebetulan jam 5 sore tadi sudah ada petugas pdam 10 orang menggali pipa bocor ini,” pungkas Herman.
Sementara itu, Direktur Operasional PDAM Surya Sembada, Nanang Widyatmoko, menjelaskan bahwa penyebab masalah ini bisa bervariasi.
“Penyebab satu lokasi dengan lokasi bisa berbeda-beda. Bisa dari karena pipa tua. Bisa karena ada bocor di sekitar lokasi. Bisa juga karena ada pengerjaan drainase di sekitar yang menyebabkan bocor pipa kami,” ujar Nanang.
Nanang juga menambahkan bahwa proses perbaikan dan pemulihan kualitas air membutuhkan waktu hingga benar-benar bersih. Apalagi, lanjut dia, jika masih ada pengerjaan proyek drainase.
“Cuma terkadang butuh waktu untuk sampai benar-benar bersih. Kalau bocor perlu waktu untuk nyari titik bocornya. Kalau ada pekerjaan drainase, perlu nunggu sampai pekerjaan drainase selesai, karena selama pekerjaan berlangsung kemungkinan besar akan mengenai pipa kami,” ujar dia
Bahkan, proses flushing atau pembilasan pipa tidak selalu memberikan hasil instan. “Dengan flushing pun, terkadang tidak bisa langsung bersih. Saat ini di-flushing, terkadang beberapa hari kotor lagi. Karena masih ada kotoran di pipa,perlu flushing beberapa kali baru bisa benar-benar bersih,” jelas Nanang.[asg/ted]






