Pasuruan (beritajatim.com) – Kabar baik datang dari NS (17), siswa SMAN 4 Kota Pasuruan yang sempat mengalami depresi berat akibat perundungan. Setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang, selama 10 hari, NS kini sudah bisa kembali ke rumah.
“Alhamdulillah, anak saya sudah pulang sejak Jumat lalu,” ujar Ani Qustiani (43), ibunda NS, Rabu (4/9/2024). Meski demikian, proses pemulihan NS masih terus berlangsung. Ia masih harus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit untuk memonitor kondisi psikologisnya.
Meskipun sudah menunjukkan perkembangan positif, NS belum bisa kembali bersekolah. Pihak sekolah dan rumah sakit masih berhati-hati dan akan terus memantau kondisi NS sebelum memutuskan untuk mengembalikannya ke lingkungan sekolah. “Dokter bilang masih harus kontrol rutin, tapi kondisinya sudah membaik. Dia sudah tidak marah-marah lagi,” tambah Ani.
Kasus bullying yang dialami NS sempat menggemparkan Kota Pasuruan. Akibat tindakan tidak terpuji tersebut, tiga siswa yang diduga sebagai pelaku telah dikeluarkan dari sekolah. Pihak SMAN 4 Kota Pasuruan juga telah melakukan tindakan tegas dengan menggelar deklarasi anti-bullying dan meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Perundungan tidak hanya berdampak buruk pada korban, tetapi juga pada pelaku dan lingkungan sekitar. (ada/kun)






