Sidoarjo (beritajatim.com) – Prestasi gemilang terus ditunjukkan siswa siswi SMA Negeri 1 Sidoarjo (SMANISDA).
Di kompetisi Global Competition For Life Sciences (Glocolis) yang diadakan Indonesia Young Scientist Association mulai 28 Juli hingga 3 September 2024, SMANISDA berhasil menyabet 3 medali emas .
Tiga karya ilmiah dari tiga kelompok siswa SMANISDA mengungguli kontestan lain dari dari berbagai sekolah, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Karya ilmiah itu yakni, yogurt bubuk untuk mengatasi Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) dari ekstrak rumput laut, kemudian pemanfaatan serat kenaf sebagai filter nikotin yang mudah terurai pada rokok. Serta, mesin yang mampu memproses urin dan feces menjadi lebih aman saat dibuang ke lingkungan.
Kepala SMANISDA, Eko Redjo Sunariyanto sangat bangga dengan prestasi tingkat global yang ditorehkan oleh anak-anak didiknya.
“Kerja keras dan arahan para guru yang mendampingi anak-anak diperhatikan penuh oleh anak-anak. Hal ini menjadi penyemangat kami semua di SMANISDA, terutama bagi siswa-siswa yang lain,” katanya melalui rilis yang diterima beritajatim.com Selasa (3/9/2024).
Dijelaskan Eko, sekolah selalu memberikan pendampingan kepada siswa-siswi untuk terus berkarya. Begitu juga ketika ada lomba, pihaknya selalu mendorong anak didiknya untuk ikut dan berkompetisi.
“Setiap hari dalam kegiatan belajar mengajar, anak-anak selalu ditanamkan nilai dan cinta lingkungan. Ditambah lagi ada yang namanya kurikulum merdeka, itu project penguatan profil belajar Pancasila,” urainya menambahkan.
Project tersebut, sambung Eko, mengajak siswa-siswi untuk sensitif terhadap lingkungan. Sehingga, ketika ada persoalan, langsung bisa bergerak untuk mencari solusi dengan penelitian dan membuat karya ilmiah.
Disebutkan Eko, prestasi-prestasi yang ditorehkan anak-anak dalam kompetisi, lomba dan lainnya bisa memberi dampak yang besar dalam perjalanan siswa nantinya. Hal tersebut bisa menjadi penunjang untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, yakni ke jenjang perkuliahan.
“Prestasi-prestasi yang ada harapannya tetap menular kepada adik-adik kelasnya, atau yang lain yang belum mencoba. Karena ini bisa produktif dan bermanfaat pada studi lanjut dan masa depan mereka,” imbuhnya.
Azkarana Rectaversa Almadira Kelas 11-9, salah satu peraih medali emas dari hasil karya yogurt bubuk untuk mengatasi kurang yodium, mengaku meskipun sudah meraih medali emas, dirinya bersama tim tidak berhenti untuk melakukan pengembangan hasil inovasinya tersebut.

“Kami masih berencana untuk mengembangkan dari segi rasa, teskstur dan lain sebagainya yang masih perlu diperbaiki, dan tentu saja untuk dikomersialkan,” jelasnya.
Raya Matahari rekan setim Azkarana berharap, ke depan inovasi itu bisa digunakan oleh banyak orang dan bermanfaat dalam memenuhi yodium sehari-hari.
“Dengan produk ini, harapannya presentasi GAKY di Indonesia turun, karena ini memiliki kandungan yodium yang sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan setiap hari,” kata Raya.
Alfurqonee Maharani Rezky Adynur perwakikan peraih medali emas dari karya serat kenaf untuk filter rokok mudah terurai, ingin karya timnya itu bisa membantu dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik, terutama soal pengurangan sampah putung rokok.
“Serat kenaf yang biasanya cuma dimanfaatin untuk karung goni, kita buka prespektif lain bahwa ini bisa diolah untuk barang bermanfaat lain,” tandasnya.
Sementara itu, Brian Wijaya perwakilan tim pembuat mesin pengolah urin dan faces manusia menjadi lebih ramah lingkungan juga berharap, agar dengan hasil karya timnya itu, lingkungan bisa lebih bersih, khususnya sungai-sungai tidak lagi kotor akibat kandungan dari kotoran manusia.
“Ini bisa digunakan di industri maupun di rumah tangga. Ini alatnya memang masih kecil, tapi dari hasil pengujian sangat mudah untuk dikembangkan lebih besar dan lebih efektif lagi,” ucapnya.
Untuk diketahui, peraih medali emas dalam dari kelompok pembuat yogurt bubuk untuk GAKY, ada Azkarana Rectaversa Almadira, Raya Matahari, Hilman Hafiz Al-Ramzi, Arfa’ Nashry dan Athaillah Qasthalany.
Kelompok inovasi serat kenaf untuk rokok ada Alfurqonee Maharani Rezky Adynur, Mohammad Faeyza Azhari, Naura Azkania, Rakha Andhika Pranaja dan Sandya Rakha Yuswanto.
Sedangkan untuk kelompok inovasi mesin pengolah urin dan faces ada Brian Wijaya, Endika Radika Mahenra Putra, Achmad Rifqi Maulana Nashar, Satria Utama, dan Estining Wardhani. (isa/ian)






