Magetan (beritajatim.com) – Kebakaran menghanguskan masjid yang tengah dalam proses pembangunan di Kelurahan Sukowinangun, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan pada Selasa, 3 September 2024 pukul 10.15 WIB. Bangunan yang rencananya akan difungsikan sebagai masjid, fasilitas kesehatan, dan pondok tersebut terbakar akibat kobaran api yang cepat menjalar.
Suwito, warga sekitar yang pertama kali melihat kejadian tersebut, menjelaskan bahwa api berasal dari tumpukan material bangunan seperti kayu, bambu, dan triplek. “Saya lihat asapnya membubung tinggi. Karena khawatir api merembet ke rumah warga, saya langsung berusaha memadamkan api seadanya,” ujarnya.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Magetan, Ali Sukamto, menduga bahwa cuaca panas yang sedang melanda menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran. Material bangunan yang mudah terbakar, seperti kayu dan bambu, sangat rentan terhadap api pada kondisi cuaca seperti ini.
“Kami menduga api berasal dari tumpukan material bangunan yang kering. Kemungkinan besar, ada puntung rokok yang dibuang sembarangan atau gesekan material yang menimbulkan percikan api,” terang Ali Sukamto.
Petugas pemadam kebakaran segera meluncur ke lokasi kejadian dan berhasil memadamkan api setelah beberapa jam berjibaku. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran tersebut.
“Petugas kami bekerja keras untuk mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambah Ali Sukamto.
Damkar Magetan mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Masyarakat diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan dan selalu memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya tanda-tanda kebakaran. Kerja sama antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar,” pungkas Ali. [fiq/beq]






