Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep telah mengambil sampel air sumur bor yang bercampur minyak tanah di Desa Batang Batang Laok, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep.
“Kami sudah ke lokasi dan mengambil sampel air itu. Kami akan meminta bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meneliti kandungan airnya,” kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, Selasa, 3 September 2024.
Sumur milik M. Suhayu itu sebenarnya digali pada November 2023. Suhayu membuat sumur bor untuk mendapatkan air bersih di tanah belakang rumahnya.
Ketika pengeboran sumur itu mencapai kedalaman 65 meter, ternyata sumber airnya kecil. Akhirnya pengeboran pun dihentikan.
Pada Sabtu, 31 Agustus 2024, Suhayu iseng mencoba mengecek kembali hasil pengeboran sumur tersebut. Di dalam galian sumur bor itu terisi air dengan kedalaman kurang lebih 3 meter.
Ia mencoba mengambil air menggunakan botol plastik. Setelah dilihat, ternyata air sumur itu berwarna hitam dan berbau minyak tanah. Karena penasaran, ia mencoba menyulut air sumur itu dengan korek api. Ternyata terbakar.
“Kalau dilihat secara kasat mata kondisi air itu memang seperti tercampur minyak tanah dan baunya juga seperti minyak tanah,” ujar Dadang.
Karena itu, ia merasa temuan air bercampur minyak tanah tersebut harus diteliti oleh pihak yang berkompeten, dalam hal ini.Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur.
“Dalam waktu dekat, tim dari Dinas ESDM Jawa Timur akan ke lokasi. Penelitian air itu penting agar hasilnya jelas dan ilmiah,” ungkap Dadang.
Saat ini Polisi telah memasang garis polisi di kawasan sumur bor itu, dan meminta warga tidak melakukan aktivitas apa pun di area tersebut, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. [tem/beq]






