Jombang (beritajatim.com) – Senyum ceria tersungging dari bibir ribuan abang becak yang ada di Kabupaten Jombang. Itu setelah mereka menerima paket sembako gartis dan uang tunai dari mantan Kades (Kepala Desa) Mojokrapak Kecamatan Tembelang, Warsubi, Jumat (30/8/2024).
Karena banyaknya abang becak yang mendatangi rumah keluarga Warsubi, antrean pembagian sembako tersebut mengular hingga sekitar 3 kilometer. Bahkan banyak tukang becak yang sudah mengantre mulai Kamis sore. Mereka menginap di lokasi.
Beras seberat 5 Kg dan uang Rp100 ribu memang sangat berarti bagi mereka. Karena selama ini para abang becak tersebut sepi penumpang. Setiap hari mereka keluar rumah untuk mencari penumpang, tapi tidak setiap hari mereka mendapatkan rezeki dari penumpang.
Jono (62), duduk santai di atas becak miliknya. Saat pagi buta dia sudah dating ke halaman rumah Warsubi yang ada di Dusun Bulak Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang. Walhasil, Jono mendapatkan antrean nomor depan.
Dia memang sengaja hadir lebih awal untuk mendapatkan sembako gratis dan uang itu. Apalagi selama ini penghasilan sebagai tukang becak sepi. Kadang sehari penuh tidak ada penumpang. Dia pulang dengan tangan hampa.
Jono sehari-hari mencari penumpang di sekitar Embong Miring Denanyar Jombang. Kebanyakan para penumpang adalah santri Ponpes (Pondok Pesantren) Denanyar. “Tapi sekarang sepi. Kadang dua hari baru mendapatkan penumpang,” kata warga Dusun Plosogerang Desa Plosogeneng Kabupaten Jombang ini.
Makanya, ketika mendapatkan kabar ada pembagian sembako, Jono Bersama teman-temannya langsung semangat. Mereka langsung mendatanginya. “Lumayan tanpa mengayuh becak sudah mendapat beras dan uang,” kata Jono.

Kegembiraan serupa juga diungkapkan oleh Gito (53), Sumantri (58), serta abang becak lainnya. Semuanya rela antre hingga tiga kilometer untuk mendapatkan beras dan uang.
Mereka mengaku setiap tahun selalu mendapatkan zakat mal yang dikeluarkan oleh keluarga besar Warsubi. “Setiap tahun dapat biasanya menjelang lebaran. Belajar dari pengalaman kalau berangkat pagi antre dijalan lama,” ucapnya.
Keluarga Warsubi selama ini memang dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus dermawan. Mererka lama aktif dalam kegiatan sosial dan rutin mengeluarkan zakat mal di Jombang. Hanya saja, untuk pembagian kali ini bertepatan dengan dirinya hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang.
Oleh sebab itu, selain membagikan sembako, panitia juga menempelkan stiker bergambar Warsubi di kendaraan roda tiga yang dibawa oleh para abang becak. Warsubi sendiri tidak nampak dalam klegiatan social tersebut. Dia sedang ada acara di luar kota.
Yang terlihat hanya menantunya, Achmad Fachruddin, kemudian sang adik, Agung Wicaksono. Keluarga ini menyerahkan sembako dan uang secara simbolis. “Ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh keluarga kami kepada masyarakat kurang mampu, khususnya para tukang becak,” ujar Fachrudin.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami. Zakat mal ini kami salurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga bisa meringankan beban saudara-saudara kita, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang ini,” pungkasnya. [suf]






