Jember (beritajatim.com) – Kader dan pengurus PDI Perjuangan diminta menyampaikan capaian pembangunan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada era pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
PDI Perjuangan mengusung duet petahana tersebut dalam pilkada tahun ini. “Sampaikan apa yang sudah dilakukan Pak Hendy dan Gus Firjaun selama 3,5 tahun. Jalan-jalan mulus, tidak ada lagi orang sakit terlantar, tidak ada lagi anak yang tidak bisa mengakses pendidikan, dan banyak sekali bantuan dari pemerintah,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember Widarto.
Sebelumnya, di hadapan ribuan massa yang berkumpul dalam acara konsolidasi akbar di Seven Dream City, Kabupaten Jember, Rabu (28/8/2024), Hendy menyampaikan sejumlah capaian selama masa pemerintahannya bersama Firjaun sejak dilantik pada 2021 hingga saat ini.
“Pemkab Jember telah menyediakan anggaran sebesar Rp 523 miliar, sudah lebih setengah triliun, sejak tahun 2021 untuk kesehatan warga Jember,” kata Hendy.
Pemkab Jember saat ini juga telah memiliki pabrik pupuk organik dan telah menggratiskan pendidikan. “Kami mengangkat banyak guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) agar sumber daya manusia pendidik terpenuhi. Sementara yang honorer, telah mendapatkan surat leputusan, sehingga bisa menerima gaji Rp 1,2 juta – 2,2 juta sesuai masa kerja,” kata Hendy.
Sejak 2021, Pemkab Jember telah memberikan bantuan sembako untuk 68.392 orang, bantuan untuk 22 ribu orang guru ngaji, dan beasiswa pendidikan bagi 25.897 orang.
“Selain itu, sejak 2021 hingga sekarang telah dilakukan penggantian dan pembangunan penerangan jalan imum (PJU) sebanyak 24.999 titik. Hingga akhir 2023, Pemerintah Kabupaten Jember telah memperbaiki 1.288 kilometer jalan,” kata Hendy.
Hendy bersyukur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menobatkan infrastruktur jalan di Jember menjadi yang terbaik secara nasional untuk tingkat kabupaten. “Kementerian PUPR menilai Kabupaten Jember memiliki kemantapan jalan dari 60 persen pada 2021 menjadi 90 persen pada 2023,” katanya.
Keberhasilan memperbaiki infrastruktur jalan ini membuat Pemkab Jember mendapat gerojokan insentif program bantuan penanganan jalan dan atau jembatan sebesar Rp 40 miliar dari pemerintah pusat.
“Kini jalanan sudah bagus, dan bisnis lancar melalui UMKM yang sekarang semakin banyak menjadi pilihan. Mengapa? Karena memang difasilitasi Pemkab untuk kemudahan perizinan usaha, serta bantuan kredit modal dengan kemudahan pengurusan,” kata Hendy. [wir]






