Jember (beritajatim.com) – Kader 15 partai politik, tujuh partai di antaranya memiliki kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, bersatu menghadiri deklarasi dan doa bersama calon bupati Muhammad Fawait dan calon wakil bupati Djoko Susanto, di lapangan Kecamatan Tanggul, Selasa (27/8/2024) sore.
Tujuh partai parlemen yang hadir itu adalah Gerakan Indonesia Raya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Nasional Demokrat, Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan.
Fawait menyebut kehadiran kader-kader sejumlah partai politik ini bentuk soliditas dukungan untuknya. “Bisa dilihat hari ini, semua hadir. Ada 15 partai politik. Tujuh parlemen, delapan nonparlemen. Dan dalam sejarah, semua berkumpul bersama-sama, berarti menginginkan bersama-sama ada kader partai politik, anak santri yang jadi bupati Jember,” katanya.
“Cukup santri jadi ban serep. Cukup santri jadi orang kesekian. Wayahe santri jadi bupati Jember. Santri yang ada di depan. Dan itu terlihat ada PKB dan PPP di tengah-tengah kita,” kata Fawait.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi meyakini seluruh partai sudah memiliki program dan cara pemenangan. “Kami sudah berpengalaman insyaallah ke depan. Yang penting jaga kekompakan, jaga kebersamaan. Saya yakin melihat semua yang hadir, seluruh kekuatan partai bersama-sama agar Pemilu 2024 betul-betul pemilu yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Jember,” katanya.
“Kami dengan kekuatan seperti ini, dengan kekompakan, dengan kebersamaan, saya yakin dalam Pemilu 2024, Gus Fawait dan Pak Djoko menjadi bupati dan wakil bupati,” kata Ayub.
Fawait memperkirakan massa yang hadir dalam acara deklarasi itu kurang lebih 15 ribu orang. “Laporan panitia, ada sekitar 15 ribu orang yang hadir. Padahal target kami cuma 10 ribu orang,” katanya.
Fawait menyebut massa datang tanpa dibayar. “Mereka datang ke tempat ini untuk melihat pada 2024, ada bupati Jember dari anak petani, anak santri, kader partai politik,” katanya.
Tanggul dipilih menjadi lokasi deklarasi untuk menjadi simbol bahwa kemiskinan berada di kawasan perdesaan. “Di Jember barat, Jember timur, Jember utara, dan Jember selatan. Jember barat simbol petani, simbol desa yang ada banyak orang miskinnya di posisi-posisi tersebut,” kata Fawait. [wir]






