Malang (beritajatim.com) – Program internasional dalam bentuk pertukaran mahasiswa atau student exchange yang diikuti mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) terbilang sukses. Pasalnya, riset akhir dari peserta pertukaran, Lutfiah Fatma Ningrum mendapat apresiasi dari Shadi Emad Alhaleh, Ph.D., penguji asal Hankou University Wuhan, China.
Penelitian Lutfia berjudul The Intention To Use Islamic Banking Products Among Gen Z Mediated By Islamic Financial Literacy. Ia meneliti minat generasi di seluruh Indonesia dalam menggunakan produk perbankan Syariah.
Lutfia dibimbing oleh Nur Diana S.E, M.Si, dan Harun Al Rasyid Ph.D. Adapun faktor yang diteliti meliputi faktor kesadaran, pengaruh sosial, persepsi kemudahan penggunaan, dan literasi keuangan Islam. Lutfia mensurvey 230 responden generasi Z yang berusia 17-27 tahun dan menggunakan Partial Least Square – Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
“Hasil penelitian saya menekankan peran penting pengaruh sosial dan persepsi kemudahan penggunaan. Hasilnya, penelitian ini menyarankan perlunya strategi yang lebih efektif dalam intervensi literasi dan kesadaran keuangan untuk meningkatkan adopsi produk perbankan Islam,” kisahnya, Selasa (27/8/2024) saat diwawancara.
Lutfiah berhasil mempertahankan pada international thesis examination dihadapan para penguji salah satunya penguji internasional yakni Shadi Emad Alhaleh, Ph.D dari Hankou Universty Wuhan China, Nur Diana dan Harun Al Rasyid. Bahkan Dr Shadi mengapresiasi temuan hasil riset dan presentasi yang sangat menarik.
Lutfiah, sapaannya, masuk ke dalam program kelas internasional yang mensyaratkan harus punya bekal bahasa asing berupa bahasa inggris dengan score yang disyaratkan. Awalnya ia ragu masuk program kelas internasional karena syarat yang ketat.
“Perkuliahan menggunakan kurikulum dan Bahasa Internasional. Belum lagi selama masa 4 tahun wajib memiliki pengalaman internasional yakni student exchange ke kampus asing, mengikuti international conference bahkan tugas akhir harus berbahasa inggris dan diuji oleh penguji Internasional” tuturnya.
“Semua dapat terlampaui dengan baik bahkan saat pengalaman mengerjakan tesis berbarengan dengan kesempatan saya mengikuti program student exchange di Taiwan,” lanjut Lutfiah.
Ia mengaku dosen pembimbingnya melakukan bimbingan dengan telaten dan banyak memberikan insight. Keduanya memberi pandangan dari segi metodologi dan penguatan teori secara daring hingga saya mampu menyelesaikan dengan baik.
“Pencapaian ini sangat bermakna bagi saya karena selama mengikuti perkuliahan dan berbagai kegiatan kemahasiswaan di FEB Unisma. Saya merasa banyak mendapatkan peluang untuk mengikuti kegiatan internasional melalui beasiswa yang diberikan FEB Unisma,” ungkapnya.
Sebelumnya, Lutfiah tercatat berpengalaman mengikuti program student exchange di National Pingtung University Taiwan. Ia juga banyak di support untuk mengikuti event internasional seperti International conference, internship dan kredit transfer international di berbagai perguruan tinggi seperti Tarlac Agricultural University, Filipina dan Prince Songkla University Thailand.
“Seperti pengalaman di Taiwan, saya tidak hanya mengejar pengetahuan akademis tetapi juga memperkaya pemahamannya tentang budaya yang berbeda. Ia mengambil beberapa mata kuliah yang unik dan menarik, termasuk English Journalism, yang diajar oleh Profesor Wayne. Hal ini memberi saya perspektif baru dalam bidang studi saya,” kisahnya.
Pengalaman pertukaran pelajar berdampak yang signifikan. Lutfiah merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. “Pengalaman ini membuka mata saya tentang banyak hal, dan saya yakin ini akan sangat berguna bagi karier dan kehidupan saya kedepannya,” ungkapnya dengan yakin.

Sementara itu, Nur Diana dosen pembimbing Lutfia merasa bangga atas hasil penelitian mahasiswa bimbingannya. Diana berharap hasil risetnya mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan perbankan Syariah di Indonesia.
Apalagi saat ini pangsa pasar perbankan syariah masih relatif kecil, yakni sebesar 7,09 persen, dibandingkan dengan perbankan konvensional yang mencapai 92,91 persen (OJK, 2022). Masih ada potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi Z, dalam menggunakan produk dan layanan perbankan syariah.
“Menabung di bank syariah dapat membantu masyarakat, terutama generasi Z, dalam mengembangkan kebiasaan berinvestasi dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Kami mendorong Luaran Hasil Penelitian Lutfiah ini publikasi pada jurnal bereputasi sehingga dapat meningkatkan kualitas riset mahasiswa FEB Unisma,” kata Diana dengan tegas. (dan/ian)






