Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus bullying kembali terjadi di Kota Pasuruan. Seorang siswa kelas 2 SMAN 4 Kota Pasuruan, berinisial NS (17), harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang, akibat depresi berat setelah menjadi korban bullying teman-temannya.
FRM (23), kakak korban, mengatakan bahwa NS mengalami perubahan perilaku yang drastis setelah menjadi korban bullying. “Adik saya menjadi sering marah-marah, susah makan, dan sulit berkomunikasi,” ujar Fariz saat melaporkan kejadian ini ke Polres Pasuruan Kota.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, NS mengalami depresi berat dan membutuhkan perawatan intensif. Keluarga berharap NS dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
Kejadian ini membuat keluarga korban sangat terpukul dan meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku bullying. “Kami meminta keadilan dan berharap para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” tegas Fariz.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, menyatakan bahwa pihaknya akan serius menangani kasus ini. “Kasus bullying seperti ini tidak dapat dibiarkan. Kami akan melakukan penyelidikan secara mendalam dan menindak tegas para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Davis.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Bullying adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi dan harus segera dihentikan. (ada/kun)






