Sampang (beritajatim.com) – Hasil produksi garam rakyat musim kemarau 2024 diperkirakan melimpah. Panas matahari yang berlangsung saat ini membuat produksi garam rakyat tidak mengalami kendala dari segi cuaca.
Sayangnya, dengan melimpahnya hasil produksi garam ini, sejumlah petani mulai dihantui oleh anjloknya harga garam. Sebab, berdasarkan pengalaman, jika garam melimpah berimbas pada menurunya harga garam.
“Saat ini harga garam di tingkat petani kualitas 1 Rp 45 ribu, kualitas 2 Rp 40 ribu dan kualitas 3 Rp 35 ribu perkemasan sak isi 50 Kg,” kata Su’ud pemilik lahan garam di Desa Aeng Sareh, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Minggu (25/8/2024).
Su’ud menambahkan, harga garam saat ini mengalami penurunan drastis jika dibandingkan masa panen garam tahun lalu. Bahkan, istilahnya yang tepat bukan turun harga melainkan berubah harga.
“Kalau tahun lalu, harga garam kualitas 1 mencapai Rp 300 ribu per sak ukuran berat 50 Kg. Hal itu karena permintaan garam meningkat dan pemeritah tidak mengimpor garam dari luar,” imbuhnya.
Terpisah, Mashudi pemilik lahan garam juga membenarkan harga garam saat ini mengalami penurunan harga.
“Harga garam ini cukup baik di saat panan pertama musim kemarau, dan ketika panan kedua dan seterusnya selalu turun,” pungkasnya. [sar/but]






