Sidoarjo (beritajatim.com) – Milad ke 75, Yayasan Buana Wedoro memfasilitasi reuni lintas generasi alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Wedoro Kecamatan Waru, mulai angkatan 1979 sampai 2023 di halaman MINU Wedoro Sabtu (24/8/2024).
Ribuan alumni itu saling mengenang dan merayakan kenangan indah selama masa studi di MINU Wedoro melalui giat acara bertemakan “Merajut Tali Persaudaraan Menggapai Keberkahan” tersebut.
Usai acara religius bersholawat dan doa bersama itu, dijadikan kesempatan bagi para alumni untuk saling bertemu, bertukar kabar, dan memperkuat ikatan komunitas alumni serta para guru. ”Kami jadikan momen ini sebagai wadah silaturahmi antar alumni dan mengenang masa-masa belajar di masa silam,” ucap Abd Rosyid alumni angkatan 1986.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Wedoro itu menjelaskan, meskipun giat itu bukan menjadi hal yang rutin dilakukan tetapi solidaritas dan hubungan baik antar lintas angkatan begitu hangat dirasakan.
”Alhamdulillah respon dari para alumni sangat positif, banyak sekali yang hadir. Senang sekali melihat wajah-wajah ceria dari para alumni. Artinya meskipun hadir dari berbagai generasi berbeda, mereka tetap bisa berkenalan dan berkomunikasi dengan hangat,” imbuhnya.

Sementara Kepala Sekolah MINU Wedoro H. Agus Malik menuturkan kegiatan ini memberikan banyak manfaat positif, khususnya dalam memunculkan peluang bekerja sama atau mendapatkan koneksi yang bermanfaat.
”Reuni ini kan sebagai ajang menunjukkan rasa loyalitas dan dukungan mereka terhadap almamater. Sehingga harapannya nanti para alumni ini akan lebih mengetahui program-program baru atau perubahan yang terjadi di MINU Wedoro, dan dapat kita ajak untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di sekolah yang kita cintai ini,” paparnya.
H. Agus Malik juga mengajak para alumni MINU Wedoro yang mempunyai misi Berprestasi dan Berakhlak Mulia” itu mendukung pengembangan pendidikan yang akan membebaskan tanah dekat sekolah untuk kelas Internasional Class Program (ICP) yang mana dalam pembelajarannya dengan berbahasa inggris.
Dijelaskannya, kelas ICP itu menerapkan kurikulum Dinas Pendidikan dan Islam Terpadu sehingga penerapan pembiasaan dan budaya sekolah menjadi lebih terpadu. “Program ICP ini merupakan kelas regular plus yaitu menerapkan Kurikulum Nasional yang berlaku sesuai dengan Dinas Pendidikan,” pungkasnya. (isa/kun)






