Ngawi (beritajatim.com) – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengakibatkan krisis air bersih yang semakin mengkhawatirkan. Warga Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi menjadi salah satu korban terdampak. Kehabisan sumber air bersih, mereka terpaksa mengandalkan air Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi memprihatinkan terlihat di Desa Banjarbanggi. Sumur-sumur warga telah mengering akibat kemarau berkepanjangan. Sebagai alternatif, mereka terpaksa memanfaatkan air sungai yang kotor dan berbau untuk mencuci pakaian, mandi, bahkan untuk keperluan MCK lainnya.
“Kami tidak punya pilihan lain selain menggunakan air sungai ini,” ungkap Endang Wahyuni, salah seorang warga. “Sudah tiga hari ini bantuan air bersih tidak datang, sedangkan sumur kami sudah kering.”
Kondisi diperparah dengan adanya sumur bantuan yang airnya tidak layak konsumsi. Air sumur tersebut terasa asin dan berbau, sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh warga.
“Sumur bantuan ini seharusnya bisa menjadi solusi, namun nyatanya malah memperparah masalah,” ujar Pomo Adi Saputro, warga lainnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, warga harus membeli air isi ulang dengan harga Rp5.000 per jerigen. Kondisi ini sangat memberatkan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Krisis air bersih yang dialami warga Desa Banjarbanggi bukanlah hal baru. Setiap musim kemarau tiba, masalah serupa selalu muncul. Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya dengan memperbaiki sumur bantuan agar airnya dapat dikonsumsi.
Krisis air bersih di Desa Banjarbanggi merupakan masalah serius yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Selain menyalurkan bantuan air bersih, pemerintah juga harus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih di daerah tersebut, seperti membangun infrastruktur penampungan air hujan atau memperbaiki sistem pengelolaan air bersih.
Teerpisah, Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Partoyo mengatakan pihaknya sudah empat kali mengirim bantuan air di Banjarbanggi. Total saat ini sudah 28.000 liter air yang dikirim untuk ratusan warga Banjarbanggi yang kesulitan air bersih.
”Sudah empat kali kami mengirimkan ke Banjarbanggi. Permintaan sudah sejak beberapa pekan lalu mengalami kesulitan air bersih,” kata Partoyo.
Selain Banjarbanggi, ada pula Desa Jagir di Kecamatan Sine, Desa Kenongorejo dan Desa Suruh di Kecamatan Bringin Ngawi yang juga sudah meminta bantuan air bersih. Partoyo memastikan pihaknya sebisa mungkin memberikan pelayanan pada masyarakat yang membutuhkan air bersih. [fiq/but]






