Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto ingin semua partai politik bisa mencalonkan kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini, menyusul terbitnya putusan Mahkamah Konsitusi yang menurunkan syarat minimal jumlah suara dari 20 persen menjadi 6,5 persen.
“Saya berharap dari Nasdem, Golkar, PKB bisa mencalonkan sendiri. Lebih banyak lebih bagus. Biar ada opsi bagi rakyat,” kata Hendy, usai acara tasyakuran dan konsolidasi di kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (21/8/2024) sore.
Hendy berharap partai memberikan kesempatan kepada semua warga Jember yang berpotensi menjadi pemimpin untuk dicalonkan. “Di Jember banyak orang hebat, tentunya perlu diberi kesempatan,” katanya.
Hendy tidak bisa membayangkan jika hanya ada satu kandidat melawan kotak kosong dalam Pilkada Jember. “APBD Jember digunakan untuk membiayai KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan pilkada (calon tunggal) melawan kotak kosong. Ini artinya rakyat tidak ada pilihan. Kemudian apa yang harus kami pertanggungjawabkan? Meski kotak kosong ini konstitusional, tapi tak ada pilihan,” katanya.
Hendy sendiri sudah berkomunikasi dengan PDI Perjuangan soal pilkada. “Kami kemarin sudah bertemu Ketua DPC PDIP Jember Mas Arif Wibowo dan Bapak Sekjen DPP PDIP (Hasto Krisyanto). Saya pribadi siap menjadi anggota PDI Perjuangan. Keluarga kami juga siap bersama-sama, karena sampai hari ini kami meyakini PDI Perjuangan betul-betul berkomitmen dalam memperjuangkan demokrasi,” katanya.
Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman melihat ada upaya kesengajaan menciptakan calon tunggal melawan kotak kosong saat bertemu sejumlah elite politik di Jakarta. “Saya prihatin. Kalau sampai terjadi kotak kosong, rakyat tidak diberi pilihan. Saya kemudian mengupayakan Pak Haji Hendy mendapatkan rekom,” katanya.
Saat semua pintu pencalonan tertutup karena tujuh dari delapan partai pemilik kursi di DPRD Jember mengarahkan dukungan untuk Muhammad Fawait, Firjaun masih meyakini ada pertolongan Tuhan.
“Skenario Sutradara Agung ini tidak bisa dikalahkan. Bagaimana pun rekayasa manusia, tidak akan bisa mengalahkan skenario Allah SWT. Dan ini unpredictable betul kan? Tidak ada yang mengira, ambang batas (jumlah kursi syarat) pencalonan diturunkan,” kata Firjaun.
“Karena sudah ada selentingan suara-suara kalau nanti betul-betul (calon tunggal melawan) kotak kosong, rakyat bisa skeptis, bisa apatis terhadap partai, dan bisa-bisa antiklimaksnya memenangkan bumbung kosong sebagai wujud protes. Partai ini kan sebetulnya saluran aspirasi rakyat. Kalau kemudian aspirasi rakyat dibuntu, terus apa fungsi partai?” kata Firjaun.
“Setelah ada putusan MK, demokrasi kembali bersinar. Saya yakin ini akan berjalan. Ketika demokrasi berjalan, maka insyaallah yang terpilih adalah yang terbaik. Ibarat ayakan, kalau yang diayak cuma satu, mana perbandingannya? Kita baru bisa tahu nilai sesuatu kalau dibandingkan dengan yang lain. Baru kita bisa menilai ini asli atau palsu, setelah kita bandingkan dengan lainnya,” kata Firjaun. [wir]






