Blitar (beritajatim.com) – Kondisi lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar terlihat sepi dan banyak los yang tutup. Jika dilihat dari pengamatan di lapangan, hanya ada beberapa los yang buka meski kondisinya sangat sepi tidak ada pembeli.
Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Sejak diresmikan pada bulan April tahun 2022 lalu, jumlah pedagang yang menempati kios di lantai 2 Pasar Legi terus berkurang.
Hingga sekarang hanya ada 2-5 pedagang yang berjualan di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar. Padahal secara keseluruhan ada sekitar 174 kios di lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Blitar membantah jika kondisi lantai 2 Pasar Legi mangkrak. Dikatakan Kabid pengembangan perdagangan dan pasar Disperdagin Kota Blitar Joko Purnomo, kondisi pasar tradisional yang sepi tidak hanya terjadi di Kota Blitar saja.
Menurutnya kondisi ini tidak hanya di Blitar, namun sejumlah pasar tradisional yang memiliki dua lantai di daerah lain pasti kondisinya sama.
” Kondisi ini tidak hanya dialami oleh Kota Blitar saja, bisa dicek di daerah lain pasti sama kondisinya. Yang kita lakukan adalah bagaimana bisa menarik minat masyarakat untuk tertarik datang ke pasar tradisional, ” kata Joko Purnomo, Rabu (21/8/2024).
Joko menambahkan dalam waktu dekat lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar akan dimanfaatkan untuk sportainment sebagai salah satu cara untuk menarik minat masyarakat.
” Kita akan menjadikan Pasar Legi Kota Blitar semarak dan menarik minat masyarakat, dengan menggelar kegiatan sportainment,” imbuhnya.
Kegiatan sportainment ini dilakukan dengan menggandeng komunitas tinju di Kota Blitar. Nantinya akan dibuat laga di pasar Legi Kota Blitar untuk menggelar pertandingan tinju amatir.
Diketahui jika Pasar Legi Kota Blitar atau yang sering disebut ‘Pasar Kulon’ merupakan pasar terbesar di Kota Blitar. Sempat terbakar di tahun 2016 lalu dan kembali diresmikan pada April 2022 lalu. (owi/ted)






