Pacitan (beritajatim.com) – Dalam suasana ceria dan penuh semangat, masyarakat Desa Tegalombo merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 dengan menyelenggarakan Lomba Gogo Gedhen di belakang Masjid Baitus Shomad. Event ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang tergabung dalam 50 tim, masing-masing terdiri dari 3 hingga 4 orang.
Peserta berlaga menangkap ikan lele dengan tangan kosong, memperebutkan total ikan seberat dua kwintal yang telah disebar oleh panitia.
Dengan tema “Gembira Bersama Sehat dan Bahagia,” lomba ini diharapkan bisa menjadi momen berkumpulnya masyarakat serta meningkatkan kebersamaan. Hadiah utama berupa seekor kambing dan berbagai hadiah hiburan lainnya semakin menambah antusiasme peserta.
Sekcam Tegalombo Edi Wasono yang mewakili camat Tegalombo mengungkapkan komitmen pemerintah kecamatan untuk menjadikan agenda ini sebagai acara tahunan. “Lomba Gogo Gedhen ini insya Allah akan digelar setiap tahun sebagai ikon tahunan pada waktu-waktu yang akan datang,” tutur, Minggu (18/8/2024).
Acara perdana ini juga merupakan ungkapan syukur atas usia Masjid Baitus Shomad yang kini genap berusia 16 tahun. Edianto, ketua Takmir Masjid, menuturkan bahwa masjid ini adalah ikon di kecamatan Tegalombo dan terus semakin berbenah untuk meningkatkan kenayamanan jamaan. Tak heran jika masjid ini sempat meraih juara kedua dalam Lomba Manajemen Masjid tingkat Provinsi Jawa Timur pada tahun 2022.

Lomba Gogo Gedhen tidak hanya dihadiri oleh ratusan peserta dari masyarakat setempat tetapi juga oleh pejabat penting. Misalnya Kepala Dinas PUPR Kab Pacitan, Suparlan, serta anggota Dewan Pembina Masjid Baitus Shomad, H. Subiyanto Munir.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, harapan besar tersemat untuk menjadikan Lomba Gogo Gedhen sebagai tradisi tahunan yang membawa kebahagiaan dan kebersamaan bagi warga Desa Tegalombo.
Masjid Baitusshhomad sendiri sudah dikenal dengan keramahan fasilitasnya bagi para jemaah, bahkan untuk para musafir yang sering menjadikan masjid ini sebagai rest areanya mereka. karena tidak hanya fasilitas ibadah, sejumlah fasilitas khusus. Terdiri dari kopi kejujuran, kamar mandi yang bersih, sampai kawasan pedagang hingga penginapan syariah juga tersedia disini (sul/but)






