Pasuruan (beritajatim.com) – Politisi senior PKB, Shobih Asrori, akhirnya buka suara terkait namanya yang disebut-sebut sebagai bakal calon wakil bupati mendampingi M. Rusdi Sutejo pada Pilbup Pasuruan. Di tengah rumor yang semakin kencang soal duetnya dengan politisi Gerindra, Gus Shobih juga memenuhi panggilan partainya untuk melakukan tabayun.
Menanggapi namanya yang masuk dalam bursa bacawabup dari Partai Gerindra, Gus Shobih menyikapi dengan tenang. “Kalaupun terjadi, itu kan hak politik saya,” ujarnya santai.
Namun, ia menegaskan bahwa partainya, PKB, tidak bisa begitu saja mengambil keputusan terkait hal ini. Gus Shobih juga mengaku tidak melakukan manuver apa pun. Meski demikian, ia menghormati jika Partai Gerindra mempertimbangkannya sebagai salah satu figur bacawabup.
“Selama belum ada deklarasi dan belum mendaftar, belum bisa dikatakan calon. Dan jika partai ingin mengambil tindakan, harus mengikuti prosedur normatif. Begitu pula dengan saya, tidak ada alasan untuk mundur begitu saja,” jelasnya.
Sebagai bukti dirinya masih aktif sebagai kader PKB, Gus Shobih mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima undangan untuk menghadiri pelantikan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan pekan depan. Ini menegaskan statusnya sebagai kader PKB yang masih aktif.
Gus Shobih juga tidak keberatan memenuhi undangan partainya untuk tabayun di Kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (15/8). Ia menegaskan bahwa kedatangannya di Graha Addakhil Kraton adalah bentuk sikap seorang politisi yang bertanggung jawab.
“Tentu, kalau diundang oleh partai sendiri, saya datang. Kalau tidak datang, itu pengecut namanya. Saya sampaikan apa adanya, sikap saya akan jelas ketika semuanya sudah tertulis,” beber politisi asal Wonorejo tersebut.
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Pasuruan, K.H. Mujtaba Abdusshomad, yang akrab disapa Gus Taba, menjelaskan bahwa tabayun ini penting untuk mendengar langsung penjelasan dari Gus Shobih. Gus Taba mengibaratkan Dewan Syuro sebagai orang tua yang wajar jika memanggil anaknya, terlebih jika anak tersebut sedang menjadi bahan perbincangan.
“Dewan Syuro menempatkan diri sebagai orang tua, jadi sangat wajar kalau memanggil untuk mendengar langsung dari Gus Shobih,” ungkapnya.
Dalam pertemuan singkat selama sekitar 30 menit, Gus Taba lebih banyak mendengar daripada berbicara. Menurutnya, apa yang dihadapi oleh Gus Shobih adalah hal yang biasa dalam dunia politik, dan Dewan Syuro tidak ingin mempermasalahkan atau menghakimi. “Ini hanya tabayun, jadi tidak ada keputusan apa pun. Keliru kalau kami melangkah sejauh itu,” jelas Gus Taba.
Gus Taba juga mengakui bahwa Gus Shobih adalah salah satu kader senior PKB, sehingga ia tidak merasa perlu memberikan nasihat mengenai konsekuensi jika tidak sejalan dengan keputusan partai. “Kalau memang sudah mendaftar ke KPU, otomatis harus mengundurkan diri. Beliau sangat paham aturan partai,” pungkasnya.(ada/kun)






