Gresik (beritajatim.com) – Sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan, dan menjelang perayaan HUT RI ke 79. Sejumlah kelurahan serta desa di ring satu Petrokimia Gresik (PG) turut berhias. Para warga sangat antusias menghias kelurahan maupun desanya masing-masing.
Arifin (50) salah satu warga Kelurahan Sukorame yang daerahnya berdampingan langsung dengan operasional PG menuturkan, daerahnya memiliki kampung hijau nan asri dipenuhi mural dan tanaman-tanaman dalam pot.
“Di tempat kami diberi nama kampung kebon dengan branding Kampung KITA memiliki singkatan Kebon Indah, Tertib dan Asri,” tuturnya, Rabu (14/8/2024).
Di Kampung KITA lanjut dia, terdapat sejumlah fasilitas diantaranya ada hidroponik, biopori, bank sampah, komposter narsis, komposter 3 in 1, komposter cair, dan paranet gantung.
“Jadi warga yang masuk ke tempat kami bisa melihat ada gantungan hidroponik yang membuat suasana menjadi asri,” ujarnya.
Adapun 8 kelurahan/desa yang menjadi peserta lestari bumi. Diantaranya Kelurahan Karangpoh, Sukorame, Kroman, Ngipik, Lumpur, Tlogopojok, dan Kelurahan Karangturi. Sedangkan desa yang ikut serta yakni Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik.
Semua kelurahan dan desa tersebut merupakan wilayah yang berdampingan langsung dengan operasional PG setiap harinya.
“Mengawali lomba dengan tema lestari bumi. Kami memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada 8 kelurahan/desa yang menjadi peserta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk perbaikan lingkungan yang kemudian diperlombakan,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo.
Setelah melalui penjurian yang sangat ketat kata dia, juara pertama dimenangkan oleh Desa Roomo, kemudian Juara kedua dan ketiga masing-masing adalah Kelurahan Karangpoh dan Kelurahan Sukorame.
“Untuk yang juara pertama mendapat tambahan Rp 7 juta, juara kedua dan ketiga masing-masing sebesar Rp6 juta dan Rp5 juta rupiah. Peserta lain juga mendapatkan uang pembinaan, masing-masing peserta Rp2,5 juta,” katanya.
Poin penilaian dalam Lestari Bumi tersebut meliputi keindahan lingkungan; kebersihan dan kerapian; penanganan sampah, pojok hijau berupa budidaya tanaman sayur, toga, buah, dan vertical garden.
Selain menggelar lomba lingkungan. Juga ada Citizen Games yang diikuti masyarakat sekitar perusahaan. Terdiri dari lomba bulu tangkis, tenis meja, mancing dan catur.
“Citizen Games bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara masyarakat dan perusahaan,” pungkas Dwi Satryo. [dny/ian]






